Berita Tulungagung

Waspada Komplotan Rampok di Tulungagung, Ban Gembos Jangan Berhenti Sembarangan

Bagi para nasabah bank, jangan berhenti sembarangan jika mengalami ban bocor. Disarankan untuk terus melaju dan mencari lokasi yang aman

Waspada Komplotan Rampok di Tulungagung, Ban Gembos Jangan Berhenti Sembarangan
SURYA Online/David Yohanes
Empat penjahat spesilis penggembos ban nasabah bank yang ditangkap jajaran Polres Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Empat kawanan spesialis penggembos ban nasabah bank berhasil ditangkap polisi dari Polres Tulungagung, Jumat (12/1/2018). Satu di antaranya berhasil kabur saat teman-temannya ditangkap.

Dalam menjalankan modusnya, kawanan ini menggunakan jeruji payung yang dilancipkan ujungnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, paku khusus dari jeruji payung itu kemudian dipasang di kotak korek api.

"Sebelumnya sudah ada dua orang yang bertugas mencari sasaran di bank. Begitu mendapatkan sasaran, seorang pelaku memasang paku itu di ban mobil calon korban," terang Mustijat, Sabtu (13/1/2018).

Biasanya paku itu dipasang di roda belakang sebelah kiri. Paku dengan penampang berbentuk U ini sangat efektif untuk membuar bocor jenis ban apa saja. Bahkan ban tubeless pun pelan-pelan akan kempis dibuatnya.

"Begitu korban keluar dari bank, ada dua pelaku yang naik motor membuntuti. Seorang yang dibonceng sebagai eksekutor, bertugas membuka pintu mobil dan mengambil uang di dalamnya," tambah Mustijat.

Saat nasabah bank mengganti ban mobil, eksekutor beraksi. Eksekutor ini dilengkapi dengan kunci T, untuk membongkar pintu jika dikunci.

Karena itu Mustijat mengingatkan bagi para nasabah bank, jangan berhenti sembarangan jika mengalami ban bocor.

Disarankan untuk terus melaju dan mencari lokasi yang aman. Jika perlu paksa mobil untuk mencapai kantor polisi terdekat.

"Jangan mengganti ban sembarangan. Cari tempat aman, pastikan pelaku tidak bisa beraksi di tempat kita berhenti," tegasnya.

Empat kawanan spesialis penggembos ban nasabah bank ini adalah Rizky Saputra (48), asal Kahuripan Nirwana Vilage Sidoarjo dan Budi waluyo (50), warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang yang juga bertugas mengawasi situasi.

Keduanya masuk ke dalam bank untuk mencari sasaran.

Kemudian Salman (40) warga Desa/Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang menjadi sopir mobil KIA Picanto W 1766 SO yang digunakan mengangkut para pelaku.

Dan terakhir Zainudin (52), warga Kelurahan Ujung Pandang, Kecamatan Teluk, Kota Makasar sebagai eksekutor.

Sedangkan satu pelaku yang kabur adalah F, yang membawa sepda motor Suzuki Satria FU. F bertugas membantu Zainudin melarikan diri usai berhasil mengambil uang korban.

Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help