Surya/

Berita Surabaya

VIDEO: Ingin Punya Tulisan Di Media, Guru hingga Lansia Ikuti Workshop Menulis

Membuat tulisan menjadi menarik hingga bisa termuat diberbagai media bahkan viral atau mungkin dibukukan menjadi kebanggaan bagi para penulis

SURYA.co.id | SURABAYA - Membuat tulisan menjadi menarik hingga bisa termuat diberbagai media bahkan viral atau mungkin dibukukan menjadi kebanggaan bagi para penulis. Untuk itu, beberapa penulis baik dari pelajar hingga profesional berkumpul di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk mengikuti workshop Menulis Etis dan Kreatif di Era Digital yang diadakan Jasatama Pola Media, Sabtu (13/1/2018)

Mendatangkan redaktur Harian Surya, Tri Hatma dan Sosial Media Specialist, Adrianus Adri, kegiatan ini membahas trik dan ulasan dalam membuat tulisan agar lebih menarik. Beberapa trik kesalahan penulis juga diulas Tri Hatma saat melihat tulisan on the spot yang dibuat para peserta.

PELATIHAN MENULIS - Peserta mengikuti pelatihan menulis Etis &
PELATIHAN MENULIS - Peserta mengikuti pelatihan menulis Etis & "Kreatif di Era Digital"di Gedung Sbha Nugraha Dindik Jatim Gentengkali Surabaya, Sabtu (13/1/2018). Kegiatan hasil kerjasama Harian Surya dan Jasatama Pola Media Surabaya ini diikuti oleh Guru dan Umum. (SURYA Online/Habibur Rohman)

Taufan Hadi (41),guru SMKN 1 Purwosari Pasuruan mengungkapkan menulis memang bukan hal baru bagi guru. Namun, selama ini ia hanya menulis bahan ajar dan jurnal yang mungkin hanya terpublikasi sampai perpustakaan sekolah. Sehingga ia ingin memiliki tulisan yang bisa dibaca lebih banyak orang.

"Saya ingin bisa menulis secara umum agar bisa dinikmati banyak orang melalui media cetak juga. Karena ini pematerinya profesional di redaksi harian Surya pastinya banyak halbyang bisa dipelajari,"ungkap pria yang mengaku ingin membuat tulisan terkaitisu pendidikan.

Mengikuti workshop ini juga membuatnya melek media, artinya ia tak hanya tahu bwntuk jadi sebuah tulisan di harian Aurya. Tetapi ini juga memahami kesalahan-kesalahan klasik yang biasa dilakukan penulis yang bukan wartawan.

"Ya jadi tahu kalau beberapa tulisan saya mungkin terlalu borosnkalimat dan formatnya tidak sesuai dengan media yang ingin saya tuju untuk publikasi,"urainya.

Tak hanya Taufan yang berprofesi sebagai guru yang hadir dalam seminar ini. Berbagai kalangan mulai dari pelajar, ibu rumah tangga hingga lansia juga ikut acara tersebut. Bahkan setiap membuka sesi pertanyaan, pemateri tidak bisa menerima semua pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Sehingga para peserta bisa melanjutkan pertanyaan secara personal pada kedua pemateri.

Mochamad Karbinin (78), peserta paling tua dalam workshop ini mengungkapkan kembali tergugah untuk menulis sejak melihat workshop yang diadakan Jasatama Pola Media dan Harian Surya pada Oktober lalu ini. Meskipun terlihat cukup tua, Karbinin masih cekatan menulis setiap materi yang disampaikan. Bahkan ia masih ingat materi pada Oktober 2017 lalu.

"Workshopnya sama,mwngingatkan 5W 1H pada tulisan. Tetapi sekarang berkembang dengan pemilihan ide agar kreatif dalam menulis,"tuturnya.

Iapun berencana kembali menulis setelah vakum lebih dari 30 tahun. Meskipun saat ini menurutnya saingan dalam menulis semakin banyak. Ia juga masih belajar menggunakan komputer.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help