Berita Surabaya

Serapan Rendah, Anggaran BPJS Warga Miskin Menurun

Anggaran untuk BPJS penerima bantuan iuran (PBI) di APBD bagi warga miskin di Surabaya tahun 2018 ini mengalami penurunan

Serapan Rendah, Anggaran BPJS Warga Miskin Menurun
SURYA Online/Fatiamatuz Zahro
Ketua Komisi D, Agustin Poliana 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggaran untuk BPJS penerima bantuan iuran (PBI) di APBD bagi warga miskin di Surabaya tahun 2018 ini mengalami penurunan.

Bila tahun 2017 pos anggaran ini dialokasikan sebesar Rp 220 miliar, tahun ini menurun menjadi Rp 154 miliar.

Hal ini dikarenakan serapan anggaran di tahun 2017 untuk pembiayaan BPJS warga miskin tidak terserap seratus persen.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana mengatakan ada sekitar puluhan miliar lebih dana tahun lalu yang tidak terserap.

"Setelah kita konfirmasi memang banyak yang tidak terserap. Salah satunya dari warga penunggak BPJS mandiri yang dialokasikan akan ditanggung PBI, saat disurvei ke warga, mereka tidak mau pindah kelas," kata wanita yang akrab disapa Titin, Sabtu (13/1/2018).

Padahal dari data yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya, ada sebanyak 40 ribu warga BPJB mandiri yang sudah menunggak dan tidak mampu membayar iuran BPJS.

Namun dari jumlah tersebut yang mau dipindah ke BPJS kelas tiga dengan biaya dari APBD hanya 10 ribu warga saja.

Sedangkan 30 ribu warga lainnya tidak mau untuk dipindah dan bersikerap untuk tetap membayar biaya iuran BPJS di kelas satu dan dua.

"Ya kita tidak bisa memaksa. Namun yang kami berikan dari alokasi anggaran tidak hanya di BPJS PBI saja, tapi juga untuk SKM, artinya warga yang belum punya kartu kepesertaan BPJS tapi punya surat keterangan miskin tetap akan ditanggung oleh APBD," ucapnya.

Oleh sebab itu, anggota dewan dari PDIP ini meminta Pemkot giat melakukan sosialisasi. Terutama di RSUD Dr Soewandhi, dan juga RSUD Bakti Dharmahusada.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help