Road to Election

NU Jadi Rebutan di Pilkada 2018 Kabupaten Madiun, Ini Imbauan Ketua PCNU

Gus Mizan menanggapi maraknya klaim sepihak menjelang pilkada yang dilakukan paslon guna meraup suara warga Nahdliyin.

NU Jadi Rebutan di Pilkada 2018 Kabupaten Madiun, Ini Imbauan Ketua PCNU
istimewa
Ilustrasi pilkada 

SURYA.co.id|MADIUN - Ketua PCNU Kabupaten Madiun, KH. Ahmad Mizan Basyari, secara tegas menyatakan PCNU netral dan tidak memihak pasangan calon yang maju di Pilkada Kabupaten Madiun 2018.

Hal itu disampaikan Gus Mizan menanggapi maraknya klaim sepihak menjelang pilkada yang dilakukan paslon guna meraup suara warga Nahdliyin.

Dia menegaskan PCNU tidak memihak kepada satu di antara tiga paslon yang mendaftar di KPU sebagai calon bupati dan wakil bupati Madiun.

"NU harus netral. Secara organisasi harus netral. Dalam muktamar jelas diputuskan NU tidak berpolitik praktis," kata dia saat ditemui wartawan di rumahnya Desa Kembangsawit, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/1/2018) siang.

Gus Mizan menyampaikan secara organisasi atau kelembagaan NU tidak berpolitik.

Namun, kader atau warga NU diperbolehkan berpolitik.

Hal ini karena NU tidak bisa membatasi kadernya untuk terjun di dunia politik.

"NU tidak ke mana-mana, tapi di mana-mana," kata Gus Mizan.

Guz Mizan menuturkan, prinsip yang digunakan kader NU dalam berpolitik yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
Prinsip-prinsip itulah yang harus dimiliki kader NU, terutama yang terjun ke dunia politik.

Dalam berpolitik kader NU harus mengutamakan kemaslahatan umat dan jangan sampai memecah persaudaraan sesama warga nahdliyin dan persaudaraan sesama anak bangsa.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help