Berita Surabaya

Dalam SNMPTN, Dipastikan Sekolah di Surabaya Tidak Ada Yang Rekayasa Nilai Rapor

Adanya sanksi pada sekolah yang melakukan rekayasa rapor sekolah dalam SNMPTN, sekolah di Surabaya dipastikan tidak akan terjadi.

Dalam SNMPTN, Dipastikan Sekolah di Surabaya Tidak Ada Yang Rekayasa Nilai Rapor
surya/adrianus adhi
Ilustrasi - Suasana para peserta SNMPTN. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Adanya sanksi pada sekolah yang melakukan rekayasa rapor sekolah dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sekolah di Surabaya dipastikan tidak akan terjadi.

Pasalnya, nilai siswa sudah diunggah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak awal semester. Apalagi di Kota Surabaya juga diberlakukan e-rapor yang pemasukan nilainya hasil sinkronisasi dengan dapodik.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA negeri Kota Surabaya, Khairil Anwar mengatakan sekolah baru akan mengisi nilai rapor siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) setelah mempelajari petunjuk teknis SNMPTN yang diluncurkan Jumat (13/1/2018).

"Pengisian PDSS ini nanti kami serahkan tim bimbingan konseling, setelah tuntas di tim BK akan dikembalikan ke siswa untuk divalidasi. Jadi misalkan nilai semesternya ada yang salah atau tidak sesuai dengan rapor akan diperbaiki. Kalau tuntas baru dikirim ke PDSS," ungkap pria yang juga Kepala SMAN 1 Surabaya ini.

Ia menegaskan tidak akan ada manipulasi data. Hal ini karena pengisian nilai dilakukan setiap semester dan. “Guru mata pelajaran harus mengisi nilai-nilai ini bertahap. Setelah semester satu diisi, maka akan terkunci. Jika belum terkunci maka tidak akan bisa mengisi semester dua,” tuturnya.

Sementara itu, Jessica Ananda Pertiwi(17), siswa SMKN 6 Surabaya mengungkapkan sejak 2 minggu lalu pihak sekolahnya menghimbau para siswa untuk merekap nilai rapornya. Hal ini akan digunakan untuk memasukkan nilai pada PDSS.

"Guru BK yang minta untuk segera dikumpulkan, minggu depan baru dimasukkan ke online. Dan katanya harus kami cek lagi nanti,"lanjutnya.

Humas Universitas Airlangga, Suko Widodo mengungkapkan Forum rektor telah melakukan rapat dan meluncurkan pembukaan SNMPTN di Jakarta, Jumat (12/1/2018). Unair bersama 5 PTN lainnya tergabung dalam panitia lokal 50, dan ketua panitia lokal tahun ini merupakan wakil rektor 1 Unair.

"Sekolah harus menyampaikan data yang riil, jangan dimanipulasi data yang ada," ungkapnya.

Untuk SNMPTN, sekolah terlebih dahulu mengisi data siswa di PDSS. Baru kemudian dilakukan proses penyeleksian melalui nilai rapor dan juga portofolio akademik. Apabila ditemukan adanya manipulasi nilai, menurutnya diatur dalam juknis SNMPTN bahwa sekolah yang curang tidak akan diikutsertakan SNMPTN tahun depan.

"Tahun ini prosedurnya sama dengan tahun lalu, SMA, SMK, maupun MA yang dapat mendaftarkan siswanya harus memenuhi syarat . Sekolah yang berakreditasi A dapat mendaftarkan 50 persen siswa terbaik di sekolahnya. Sedangkan sekolah berakerditasi B dapat mendaftarkan 30 persen terbaik di sekolahnya,"paparnya.

Adapun sekolah berakreditasi C, lanjutnya, bisa mendaftarkan 10 persen siswa terbaik di sekolahnya. Sekolah yang tidak berakreditasi A, B, maupun C dapat mendaftarkan 5 persen terbaik di sekolahnya.

Ia menjelaskan mulai 13 Januari sampai 10 Februari 2018, sekolah harus tuntas mengisi PDSS, dan siswa sudah melakukan validasi. Kemudian dari hasil PDSS akan dilakukan oenyaringan yang bisa mendaftar SNMPTN pada 21 Februari sampai 6 Maret 2018. Proses seleksinya dilakukan 14 Maret sampai 14 April dan diumumkan pada 17 April 2018.

"Pengumumannya sebelum pengumuman Ujian nasional, dan pendaftaran ulang peserta yang lulus di perguruan tinggi negeri masing-masing pada 8 Mei 2018 bersamaan dengan Ujian Tertulis SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri),"jelasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help