Properti

Pengembang Optimis Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

Pengembang properti masih optimistis pasar apartemen di Indonesia masih akan tumbuh subur di tahun politik, 2018.

Pengembang Optimis Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik
kompas.com
ilustrasi properti 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT PP Realty Tbk, anak usaha BUMN bidang konstruksi PT PP Property (Persero) Tbk  tetap agresif membangun apartemen di tahun 2018. Meski ada kekuatiran tahun politik akan mengurangi kinerja dan penjualan properti.

"Kami masih optimis tahun ini pasar properti akan tumbuh. Memang pasar terlihat masih wait and see di tahun politik ini, tapi kreativitas dalam produk dan cara penjualan properti harus bisa membuat konsumen yakin dan tumbuh," kata Rudi Harsono, Direktur Utama PT PPRO Sampurna Jaya, pengembang apartemen Westown View yang merupakan proyek Joint Venture antara PP Property dengan PT Gunungsari Sakti Jaya,  Jumat (12/1/2018) di Surabaya.

PT Gunungsari Sakti Jaya adalah pengembang yang dikenal dengan produk Graha Sampurna.

Karena itu pihaknya mengembangkan produk PP Property yang kelima di Surabaya, dengan membidik segmen menengah. Diakui Rudi, segmen ini masih cukup besar jumlahnya. Sehingga menjadi pangsa pasar yang prospektif.

Terkait proyek apartemen Westown View, Galih Saksono, Direktur Realty PT PP Property, mengatakan, proyek baru di awal tahun 2018 ini merupakan permintaan pasar akan pembangunan properti atau apartemen lagi di Surabaya.

"Karena proyek kami di Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand Shamaya sudah sold out. Kami kembangkan lagi, Westown View ini untuk memenuhi permintaan dan kami pilih wilayah di Surabaya barat," jelas Galih.

Westown View berada di kawasan Wiyung. Saat ini proyek apartemen di daerah itu sudah cukup marak. Sebelumnya di kawasan yang sama, Ciputra Development juga mengenalkan produk apartemen di kawasan tersebut yang akan mulai ditawarkan semester II tahun 2018.

Sementara Westown View, sudah mulai ditawarkan di pasar dengan sistim booking fee. Sistim ini mampu meningkatkan penjualan lebih cepat. Karena setelah booking fee, dilanjutkan dengan pengambilan NUP (Nomor Urut Pemesanan) atau pemilihan unit.

"Untuk booking fee Westown View sudah ada sekitar 1.500. Mereka akan ikut NUP yang kami gelar Sabtu (13/1/2018), memilih unit apartemen yang hanya ada 900 unit," jelas Rudi.

Jumlah unit itu merupakan jumlah unit di tower pertama dari lima tower yang akan dibangun Westown View. Harga yang ditawarkan bila tunai mulai di Rp 300 an juta. Ada tiga tipe unit yang ditawarkan.
Tower pertama dengan nama La Chiva ini ditargetkan sold out selama NUP dan setelah itu akan segera dilakukan grounbreaking.

"Begitu sold out, tower satu kami langsung ground breaking karena perizinan sudah siap. Selanjutnya tiga tahun setelah grounbreaking target selesai dan bisa diserahkan ke konsumen," tambah Wiratno Catur Atmanto, Project Director Westown View.

Proyek dengan nilai antara Rp 550 miliar hingga Rp 600 miliar per tower atau total Rp 3,9 triliun itu ditargetkan selesai sepenuhnya antara lima hingga enam tahun mendatang.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved