Citizen Reporter

Membumikan Literasi cara Komunlis Probolinggo

karena dunia literasi itu tak bertepi, maka jangan puas hanya bisa menulis namun sama sekali abai membaca karya orang lain ...

Membumikan Literasi cara Komunlis Probolinggo
dokumentasi Komunlis
Belajar menulis bersama komunlis 

Reportase TRI LESTIYONO SPd
Pengajar Broadcasting di SMK N 1 Bangil, Pandaan, Pasuruan

 

PADA abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif.

Berdasarkan hal itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilakukan menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Dan, SMP Negeri 4 Kota Probolinggo sangat mendukung GLS. Menggandeng Komunitas Menulis (Komunlis), Sabtu, (6/1/2018) menghelat Meet Up Luar Biasa Komunlis, yang menghadirkan sejumlah narasumber untuk berbagi literasi kepada puluhan siswa dan guru SMPN 4 Probolinggo serta pegiat literasi Kota Bayuangga tersebut.

Bertempat di Reading Park sekolah, acara yang dimulai pukul 12.00 WIB tersebut dibuka dengan penampilan salah satu pegiat literasi Komunlis, Gemini Juniwaty yang membacakan puisi dari buku kumpulan puisi karya Stebby Julionatan bertajuk Kota Tuhan.

Selanjutnya, sesi pertama diisi Yeti Kartikasari, pegiat Komunlis. Dalam kesempatan itu, dia menceritakan aktivitasnya yang menyenangkan dalam bidang literasi. Sekaligus membedah buku baru yaitu, kumpulan cerpen terbaru, berjudul Pulau Kekasih yang ditulis penulis nasional Afik Rahman.

Pulau Kekasih, salah satu buku yang direkomendasikannya untuk dibaca para guru dan pelajar. Untuk menggali dan memahami nilai-nilai kasih sayang, perdamaian sekaligus membumikan rasa kemanusiaan di antara sesama yang saat ini seolah kehilangan makna.

”Dunia literasi itu sangat luas cakupannya. Tidak hanya menulis, tetapi sekaligus membaca karya orang lain yang memberikan spirit untuk berbuat kebaikan,” terang Yeti yang juga kontributor salah satu majalah nasional ini.

Yeti yang juga blogger ini juga memotivasi peserta untuk bijak menggunakan akun media sosial melalui postingan-postingan positif yang berupa karya. Memublikasikan karya melalui medsos, ujarnya, akan membuat karya yang dibuat memiliki nilai manfaat bagi orang lain.

Halaman
12
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help