Surya/
Home »

News

» Jakarta

Disidang Najwa Shihab, ini Jawaban Kapolri dan Panglima TNI Ditanya Alasan Sering Tampil Berdua

Di episode perdana ini, Najwa mengundang tokoh-tokoh penting di negeri ini. Mereka adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri

Disidang Najwa Shihab, ini Jawaban Kapolri dan Panglima TNI Ditanya Alasan Sering Tampil Berdua
YouTube

SURYA.co.id - Program acara Mata Najwa kembali hadir ke layar kaca pada Rabu (10/1/2018) malam di Trans 7.

Di episode perdana ini, Najwa mengundang tokoh-tokoh penting di negeri ini. Mereka adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Lima gubernur yang baru saja dinobatkan sebagai gubernur terbaik oleh Kementerian Dalam Negeri juga turut hadir. Mereka adalah Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Ahmad Heriawan, Gubernur Jawa Barat, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat dan TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur NTB.

Pada segmen pertama, Najwa mengundang Kapolri dan Panglima TNI untuk naik ke atas panggung. Dalam kesempatan itu, Najwa mencoba menanyakan makna dari kedekatan mereka yang saat ini sering terlihat pergi kemana-mana berdua.

"Ketika tampil berdua, itu maksudnya apa pak ke mana-mana berdua?" tanya Najwa memulai pembicaraan.

"Kita sudah terbiasa bersatu, ketika kita sama-sama belajar di akademi militer, kita mempunyai pelatih yang sama, kita juga mempunyai lagu yang sama untuk dinyanyikan setiap pagi," jawab Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kemudian Hadi dan Tito menyanyikan lagu yang membuat penonton di studio riyuh dengan tepuk tangan.

"Jadi karena sempat senasib sepenanggungan begitu ya? tegas Najwa menanyakan hal ini.

Kemudian Najwa menanyakan pada Tito kenapa dengan yang sebelumnya tidak sedekat ini, Tito pun menjawab sama saja. "Kok mesranya baru dengan yang sekarang sih?" tanya Najwa.

"Ngga, saya kan junior, semua yang lebih senior saya hormati, saya sering ke rumah beliau (Gatot Nurmantyo) sebagai seorang adik, kalau dengan pak Gatot tidak terlihat terlalu dekat mungkin karena gepnya terlalu jauh saya angkatan 87 beliau 82 jadi segan, kalau dengan pak hadi beliau 86," kata Tito.

Halaman
12
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help