Berita Surabaya

Bongkar Penyelundupan Sabu 7,3 Kg di Tanjung Perak, Bea Cukai Pelototi Pengiriman Narkoba Jalur Laut

Ini menyusul terbongkarnya pelaku jaringan peredaran narkoba jenis sabu dari Malaysia dengan barang bukti 7,3 Kg.

Bongkar Penyelundupan Sabu 7,3 Kg di Tanjung Perak, Bea Cukai Pelototi Pengiriman Narkoba Jalur Laut
surya/fatkhul alamy
Sabu seberat 7,3 Kg dari Malaysia yang disita dari pelaku jaringan internasional di Pelabuhan Tanjung Perak Suranaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) terus memelototi penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

Ini menyusul terbongkarnya pelaku jaringan peredaran narkoba jenis sabu dari Malaysia dengan barang bukti 7,3 Kg.

Direktur Penindakan dan Penyidikan 2 Direktorat Jendeal Bea dan Cukai, Widjayanta mengaku prihatin dengan masih tingginya peredaran dan penyelundupan narkoba dari luar negeri.

Terbaru, jaringan narkoba Internasional diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut.

"Saya memberi apresiasi terungkapnya peredaran gelap narkoba di Surabaya dengan barang bukti 7,3 kg methamphetamine (sabu)," sebut Widjayanta kepada wartawan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Kamis (11/1/2018).

Menurut Widjayanta, sabu seberat 7,3 kg itu jika dinilai dengan uang rupiah seharga 14,6 miliar.
Sabu yang dipasok dari Malaysia itu diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Jika sampai beredar dan dipakai pecandu narkoba sangat berbahaya.

"Penggagalan peredaran gelap sabu ini bisa menyelamatkan 29 ribu orang. Ini prestasi luar biasa yang sudah dilakukan BNN, Bea dan Cukai dan TNI," tutur Widjayanta.

Dia menuturkan, wilayah Jatim dan Indonesia Timur jadi wilayah peredaran subur narkoba.

Pada 2017, ada sebanyak 370 kasus narkoba yang terjadi.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help