Berita Kampus Surabaya

Begini Strategi Sukses Mahasiswa Universitas Airlangga Juarai Lomba Desain Logo ASEAN+3 UNet

Mahasiswa program studi manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (Unair) menekuni kegemarannya sejak 2015 .

Begini Strategi Sukses Mahasiswa Universitas Airlangga Juarai Lomba Desain Logo ASEAN+3 UNet
surya/sulvi sofiana
Adi Wisnu Nugroho juara desain logo ASEAN+3 University Network (ASEAN+3 UNet)  

SURYA.co.id| SURABAYA - Membuat desain logo menjadi kegiatan menarik bagi Adi Wisnu Nugroho. Mahasiswa program studi manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (Unair) menekuni kegemarannya sejak 2015 .

Berkat ketekunannya itu ia sukses menjadi juara kompetisi desain logo ASEAN+3 University Network (ASEAN+3 UNet).

Adi mengaku, keikutsertaannya dalam lomba ini awalnya hanya iseng belaka. Dia mendapatkan informasi lomba dari kampus dan mulai berpfikir desain logo.

Dengan dibantu beberapa teman untuk memberi masukan, akhirnya Adi mengirim sepuluh logo sekaligus untuk ikut dalam lomba tersebut. Dari sepuluh desain logo itu, memang ada satu yang menurutnya paling dijagokan.

“Pada awalnya cuma mau ngirim satu logo. Ternyata dari panitia terserah ngirim berapa. Saya sengaja kirim sepuluh logo untuk memperbesar peluang menang,” ucap Adi sambil tertawa ketika menceritakan pengalamannya mendesain pada SURYA.co.id, Kamis (11/1/2017).

Untuk inspirasi, ia mengungkapkan tidak ada yang berlebihan atau dramatis atas desain yang ia kirim. Sebelum pembuatan desain logo, ia melakukan riset tentang logo-logo ngetren yang banyak dipakai institusi pendidikan. Ia lantas menggabungkan warna bendera tiga negara yang tergabung dalam ASEAN+3 Unet, yakni Cina, Jepang, dan Korea.

“Saya mengambil warna dari masing-masing bendera negara, kuning untuk Cina, biru untuk Korea, dan merah untuk Jepang,” ucap pria kelahiran Surabaya, 6Juli 1995 ini.

Iapun merasa cukup berbangga dengan preatasi diluar disiplin ilmu yang ia tekuni tersebut. Apalagi kompetisi desain kelas internasional itu sudah cukup lama berlangsung dan ia nyaris lupa pernah mengikutinya.

“Pada awalnya, saya kira sudah nggak akan menang. Apalagi, jarak pengumpulan dan pengumuman menang cukup jauh, dari Juni 2017sampai Januari 2018. Kayak hampir terlupakan. Lalu, tiba-tiba dapat info menang itu,” ucap Adi.

Adi mengakui, sebelumnya dirinya belum pernah mengikuti event serupa. Namun, ia memang memiliki skill desain yang hanya ia pakai dalam keikutsertaan kepanitiaan atau kegiatan organisasi di kampus. Atas prestasinya itu, Adi mendapatkan menghargaan berupa uang tunai senilai 800 US Dollar atau setara dengan Rp10,8 juta dan sertifikat dari ASEAN+3 Unet.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help