Surya/

Berita Sidoarjo

Runner Up Yuk Muslimah Sidoarjo 2017 ini Rela Tanggalkan Mahkota Kecantikannya demi Menghargai Ibu

Kecantikan fisik bisa hilang seiring berjalannya waktu. Namun, kedalaman ilmu akan lekat abadi bahkan memberi kemanfaatan bagi dunia

Runner Up Yuk Muslimah Sidoarjo 2017 ini Rela Tanggalkan Mahkota Kecantikannya demi Menghargai Ibu
surya/irwan syairwan
Amanda Ika Puspita Dewi 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kecantikan fisik bisa hilang seiring berjalannya waktu. Namun, kedalaman ilmu akan lekat abadi bahkan memberi kemanfaatan bagi dunia. Amanda Ika Puspita Dewi memahami benar hal tersebut.

Meski saat ini aktif di dunia modeling, pageant, hingga entertaiment, dara 21 tahun dari Sidoarjo ini paham dunia tersebut hanya bersifat sementara. Karenanya, Runner Up Yuk Muslimah Sidoarjo 2017 bakal terus menggeluti profesi bidan yang saat ini dijalaninya .

"Dunia kecantikan itu sifatnya sementara, kalau sudah tua tak lagi terpakai. Namun kalau ilmu kebidanan yang saat ini saya jalani, sifatnya abadi sampai saya mati," kata Amanda, Rabu (10/1/2018).

Sulung dari tiga bersaudara ini mengaku rela melepas mahkotanya di dunia entertainment demi menjadi bidan profesional. Menurutnya, seorang bidan itu merupakan tugas yang mulia.

Membantu persalinan ibu hamil dan mendatangkan sesosok manusia ke dunia merupakan hal yang kudus.

"Antara cita-cita dengan hobi terkadang bisa berjalan beriringan, namun bisa juga tidak. Untuk saat ini, saya seimbangkan saja antara modeling dengan tugas saya sebagai bidan," tuturnya.

Menjadi seorang bidan memang cita-cita Amanda. Pada November 2016 lalu, Amanda sudah mengambil sumpah profesi setelah lulus dari D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Saat ini ia pun tengah magang sebagai bidan di salah satu rumah bersalin di Sidoarjo.

"Melahirkan itu susah karena nyawa taruhannya. Dari profesi ini, saya jadi benar-benar menghargai seorang ibu," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help