Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pemprov Jatim Siap Tolak Impor Beras lewat Program Upsus  

Desakan menambah stok beras dengan impor oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, direspons para petani padi di Jawa Timur dengan panen raya.

Pemprov Jatim Siap Tolak Impor Beras lewat Program Upsus    
foto: istimewa
Panen padi para petani di Jatim, antara lain, di Lamongan dan Mojokerto, Rabu (10/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Desakan menambah stok beras dengan impor oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, direspons para petani padi di Jawa Timur dengan panen raya.

Sepanjang hari Rabu (10/1/2018), dilaporkan ada beberapa titik lahan pertanian yang mengalami panen.

Antara lain, panen kelompok tani (keltan) Sumber Makmur, Desa Kanugrahan, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Lahan yang panen mencapai 200 hektar, berupa padi varietas Inpari 32 dengan produktivitas mencapai 8,3 ton per hektar.

"Jadi panen hari ini bisa mencapai 1.660 di Lamongan. Itu masih satu titik. Masih ada titik lain di wilayah Lamongan yang bisa panen di bulan Januari ini," jelas Chendy Tafakresnanto, Kepala Badan Pengembangan Teknologi Pertanian ( BPTP) Jawa Timur, di sela kegiatan panen di Lamongan.

Tidak hanya di Lamongan, di hari ini juga digelar panen di wilayah Kabupaten Mojokerto. Tercatat di wilayah ini, ada panen oleh Poktan Tani Makmur di Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Lokasi panen di lahan seluas 15 hektar dan 5 hektar di dua titik berbeda dengan varietas padi situbagendit, dengan produktivitas 6,5 ton per hektar.

Di wilayah ini harga Gabah Kering Panen (GKP) mencapai Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per kilogram (kg).

Dalam panen di Mojokerto, hadir Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Sumardjo Gatot Irianto dan perwakilan, Kepala BPTP Jatim, Chendy Tafakresnanto, perwakilan Dinas Pertanian, Danrem, Dandim, BNI, Bulog, Muspika, Babinsa, Penyuluh, dan kelompok petani.

Setelah Lamongan dan Mojokerto, dilanjutkan di daerah Kota Pasuruan. Panen padi dilakukan keltan Tani Subur, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Panen padi seluas 29 hektar dari luasan 118 hektar.

Varietas Inpari 8, dengan harga GKP Rp 4.600 hingga Rp 5.000 per kg. Rata-rata hasil 6,5-7 ton per hektar.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help