Surya/

Berita Gresik

Hakim Tolak Eksepsi 3 Aktivis Anti-Revitalisasi Alun-alun Gresik, selanjutnya ini Langkah Terdakwa

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menolak seluruh eksepsi tiga terdakwa aktivis penyelamatan cagar budaya Gresik.

Hakim Tolak Eksepsi 3 Aktivis Anti-Revitalisasi Alun-alun Gresik, selanjutnya ini Langkah Terdakwa
surya/sugiyono
PEDULI - Mahasiswa Gresik menggelar teaterikal di depan Kantor PN Gresik memberi dukungan rekannya yang disidang, Rabu (10/1/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menolak seluruh eksepsi tiga terdakwa aktivis penyelamatan cagar budaya Gresik atas keberatan dakwaan jaksa penuntut umum.

Putusan sela tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Putu Gede Hariyadi dalam sidang di PN Gresik, , Rabu (10/1/2018). 

"Dengan ini menyatakan dan memutuskan esepsi kuasa hukum terdakwa tidak diterima," kata Majelis Hakim PN Gresik Putu Gede Hariyadi, Rabu (10/1/2018).

Hakim menolak seluruh esepsi setelah kuasa hukum tiga terdakwa menyampaikan jawaban atas dakwaan Jaksa.

 Atas putusan sela itu, kuasa hukum tiga terdakwa akan menyiapkan saksi-saksi yang dapat membatalkan para aktivis dari kasus dugaan kriminalisasi. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum siap menghadirkan saksi -saksi.

"Kami siap melanjutkan persidangan yang mulia," kata Thesar Yudi Prasetya, tim jaksa dalam perkara tersebut.

Sementara Nasihan, ketua tim penasehat hukum tiga aktivis mengatakan akan berusaha menghadirkan saksi-saksi dan bukti sehingga teman-teman bisa bebas demi hukum.

"Putusan hakim sudah biasa dalam persidangan. Sehingga bukti-bukti harus disampaikan dalam persidangan. Kita ada bukti video-video yang proses sebelum robohnya pagar itu," kata Naslihan.

Sidang yang dilanjutkan pekan depan 17 Desember 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Unjukrasa forum peduli cagar budaya Gresik yang menolakan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik pada Juli 2017 lalu berujung laporan polisi.

Dalam aksi tersebut terjadi saling dorong menimpa anggota Satpol PP. Akibatnya masa terus masuk untuk menyampaikan aspirasi ke Bupati Gresik.

Tiga aktivis yang diduga dikriminalisasikan yaitu Fajar Rosyidi (23), aktivis pedagang Kaki Lima (PKL), Rizqi Siswanto (22), aktivis mahasiswa Universitas Muhamadiyah Gresik (UMG) dari PMII dan Abdul Wahab (43) aktivis LSM. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help