Surya/

Berita Surabaya

Berkas Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

JPU seksi Pidsus Kejari Surabaya telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk pembangunan SD Nurul Iman

SURYA.co.id | SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya yang dipakai membangun SD Nurul Iman di Sememi ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kasi Pidus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah SH, menjelaskan dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 270 juta itu berkasnya dibagi dua dengan tersangka berbeda.

"Berkas pertama atas nama tersangka Asmadi dan berkas kedua atas nama tersangka Iskandar Zulkarnaen. Kedua berkas perkaranya hari ini sudah kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor," ujar Heru Kamarullah, Rabu (10/1).

Heru mengambahkan, selanjutnya JPU akan menunggu jadwal sidang yang akan ditentukan oleh pengadilan.

"Paling lama 14 hari setelah pelimpahan berkas baru disidang," terangnya.

Pemisahan berkas yang dilakukan penyidik karena ada perbedaan peran dari kedua tersangka.

Tersangka Iskandar sebagai penerima hibah dan tersangka Asmadi sebagai pelaksana proyek.

Kedua tersangka dianggap melanggar pasal 2 jo pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dugaan krupsi ini bermula dari pengaduan masyarakat adanya penyelewengan dana hibah oleh Kepala SD Nurul Iman, Iskandar Zulkarnaen. Kasus itu akhirnya disikapi penyidik Pidsus Kejari Surabaya hingga dilakukan pendalaman. Akhirnya penyidik menemukan kejangggalan dalam proses pembangunan gedung sekolah itu.

Pembangunan yang menggunakan dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2014 itu ternyata hanya terserap 17 persen dari dana yang cair sebesar Rp 326 juta.

Namun dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kedua tersangka merekayasa dengan melaporkan proyek tersebut sudah 100 persen. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help