Citizen Reporter

Bebek Candi Bertelur Rupiah

semua yang berbau bebek ada di Kampung bebek Candi ini.. dari bebek potong hingga telur asin aneka rasa.. rupiah pun lahir dari bebek-bebek ini..

Bebek Candi Bertelur Rupiah
pixabay.com
ilustrasi 

                           

Reportase Ronald Ahmad Firdaus
Cipoer Sidoarjo 

 

MENJAMURNYA industri modern tak membuat peternak bebek di Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, beralih profesi. Berbekal warisan tradisi yang disempurnakan sentuhan inovasi, mereka berdiri dan mengembangkan kampung bebek meretas jalan ekonomi.

Desa Kebonsari berjarak sekitar 10 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo. Desa berpenduduk 5.600 jiwa ini bisa dijangkau melalui jalan raya Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan, jalur lingkar timur Sidoarjo, dan tol Sidoarjo.

Letak desa ini persis di belakang Kantor Polsek Candi. Gapura di pintu gerbang desa menjadi penanda kawasan kampung bebek. Selanjutnya, pengunjung tinggal menelusuri jalan utama desa yang beraspal. Untuk mencari rumah peternak bebek atau penjual telur asin sangat mudah karena ada papan nama di depan rumah mereka.

Kepala Desa Kebonsari mengatakan, saat ini terdapat sekitar 30 peternak bebek yang terwadahi dalam kelompok Tani Sumber Pangan. Jumlah itu bisa bertambah pada musim kemarau, menjadi 40-45 peternak.

Populasi bebek Candi saat ini sekitar 50.000 ekor, Namun, di musim kemarau jumlahnya bisa 75.000 ekor hingga 100.000 ekor,”  ujarnya.

Jumlah bebek Candi di musim penghujan turun karena rentan terserang penyakit dan stres. Tingkat kematian ternak relatif tinggi, apalagi desa kerap dilanda banjir. Bebek yang dipelihara para peternak mampu memproduksi telur 40.000 butir hingga 80.000 butir per  hari.  Selain telur, peternak juga menyediakan bebek potong untuk pengelola warung makan di Sidoarjo dan Surabaya.

Telur bebek Candi diambil pedagang untuk dijual ke pasar tradisional dan pasar modern di Jatim. Sebagian lagi masuk ke perusahaan atau pabrik produsen telur asin yang menyuplai retail modern di banyak kota di tanah air. Selain itu, telur bebek Candi diolah warga menjadi telur asin. Telur asin dari kampung bebek Candi ini telah menjadi salah satu oleh-oleh wajib pengunjung atau tamu kota Delta Sidoarjo.

Seperti layaknya swalayan, kampung bebek merupakan etalase yang menyediakan beragram produk yang dibutuhkan masyarakat, ada bebek potong, telur asin mentah , dan telur asin matang. Warga kampung bebek bahkan sudah mengembangkan varian produk telur asin, seperti telur asin asap atau bakar, goreng, oven, dan kukus. Warga pun terus berinovasi, pemberian pakan bebek Candi dengan menambahkan ikan kecil dan kepala udang ternyata mampu memperkaya rasa telur asin.

Produsen telur asin juga mendapatkan pelatihan wirausaha mulai dari proses produksi, pengemasan, promosi, hingga pemasaran. Bantuan modal juga diberikan dalam bentuk kredit bunga lunak dan kredit usaha rakyat oleh bank pembangunan Daerah Sidoarjo serta bank umum nasioanal. Kegiatan kunjungan wisata ke kampung bebek memang sudah dikelola, tetapi masih kurang maksimal.

Pemerintah desa sedang menyiapkan tanah kas untuk membangun fasilitas umum, seperti area parkir dan gerai penjualan telur asin. Pengunjung tidak hanya dari Jatim, tetapi juga luar Jatim, bahkan dari luar negeri seperti dari Jepang dan Thailand. Mereka datang untuk melihat kegiatan pemeliharaan bebek Candi, pemgambilan telur, hingga proses pembuatan telur asin.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help