Surya/

Berita Sidoarjo

Balai Besar Brantas Bangun Penampungan Air di Kalimati Tarik Sidoarjo

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) tengah membangun Long Storage (LS) Sungai Kalimati, Tarik, Sidoarjo. Ini tujuannya

Balai Besar Brantas Bangun Penampungan Air di Kalimati Tarik Sidoarjo
ist

SURYA.co.id | SIDOARJO - Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) tengah membangun Long Storage (LS) Sungai Kalimati, Tarik, Rabu (10/1/2018).

LS ini nantinya akan menampung sebagian aliran Sungai Brantas untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku air PDAM Sidoarjo dan juga Kabupaten Mojokerto.

Kepala BBWSB, Fauzi Idris, mengatakan sumber air di Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto sangat langka.

"Karena dua wilayah ini tidak memiliki sumber mata air. Adanya LS ini akan jadi sumber bahan baku PDAM kedua wilayah itu," kata Fauzi saat menggelar Sosialisasi Pembangunan LS di Tarik.

Fauzi menuturkan LS ini mampu menampung 1,6 juta kubik air dari Sungai Brantas. Nantinya akan dibuatkan box culver dengan sistem buka-tutup sehingga bisa menghentikan aliran air ke LS jika sudah penuh.

Di ujung LS ini akan dibuatkan rumah pompa air (RPA) untuk membagi air ke wilayah Sidosrjo maupun Mojokerto.

"Pembangunannya sudah berlangsung sejak 2017 lalu dan sekitar 2019 nanti kami rencanakan selesai," sambungnya.

LS ini memiliki luas sekitar 5 km. Akan ada tiga kolam penampungan air dan di tiap pintu air tersebut akan dibuatkan spillway.

"Adanya LS ini diharapkan bisa memberikan akses air bersih bagi masyarakat," ujarnya.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, menambahkan kawasan Kalimati ini akan dijadikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dari PDAM Delta Tirta Sidosrjo (DTS).

"Saat ini sudah ada lima IPA (Tawangsari, Kedunguling, Krian, Siwalanpanji, dan Porong). Adanya LS Kalimati ini akan jadi IPA keenam," imbuh Saiful.

Berdasarkan data PDAM DTS, kelima IPA itu menghazilkan sekitar 1.300 liter air per detik. Dengan adanya IPA Kalimati nanti, produksi air PDAM DTS akan bertambah menjadi sekitar 1.500 liter air per detik.

Bupati dua periode ini menuturkan kawasan Kalimati merupakan bekas sungai pada zaman Belanda yang sudah ditutup sejak lama. Sungai ini merupakan pecahan Sungai Brantas yang mengarah ke Kali Porong.

Dengan adanya IPA Kalimati, ke depannya diharapkan kenaikan jumlah pelanggan PDAM yang imbasnya meningkatkan PAD.

"Kami harapkan seluruh wilayah Sidoarjo bisa tercover akses air bersih dari pembangunan ini," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help