Berita Surabaya

Agar Bawa Dampak bagi Perajin dan Desainer Lokal, ini Dilakukan Penyelenggara SFP 

Masuk tahun ke-11 penyelenggaraan Surabaya Fashion Parade mencoba untuk menembus pasar internasional.

Agar Bawa Dampak bagi Perajin dan Desainer Lokal, ini Dilakukan Penyelenggara SFP 
surya/achmad zaimul haq
ANGGUN - Model memeragakan busana rancangan desainer Diana Putri dan Grace Liem saat tampil dalam pagelaran busana Surabaya Fashion Parade 2017 di Convention Hall Tunjungan Plaza, Jumat (5/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masuk tahun ke-11 penyelenggaraan Surabaya Fashion Parade mencoba untuk menembus pasar internasional.

Karena itu, Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang kali ini dipercaya menangani secara detail pentas fashion bergengsi ini menghadirkan komunitas dan desainer internasional.

“Ini untuk pertama kalinya kami mengundang desainer luar,” ungkap Dian Aprilia, pemrakarsa Surabaya Fashion Parade (SFP). Dan yang diundang adalah Melinda Looi, desainer kondang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Hadirnya desainer negeri jiran ini diharapkan bisa makin memperkaya warna koleksi busana
yang akan diperagakan di pentas SFP. Selain tentu hadirnya desainer dari luar Indonesia ini
bisa memancing perhatian penikmat fashion dunia.

“Jika kita undang penikmat fashion luar (negeri) tentu harus ada sesuatu yang bisa jadi benefit
mereka datang ke Surabaya,” ucap Ali Charisma, Chairman IFC saat ditemui di tengah
persiapan SFP di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Menurut Ali, upaya menghadirkan desainer dan komunitas fashion mancanegara ini diharapkan
bisa ‘menaikkan kelas’ SFP, tak hanya sebagai pentas busana tingkat lokal atau nasional.

“Upaya mengangkat penyelenggaraan SFP jadi tingkat internasional ini tentu bukan untuk
gengsi-gengsian,” tandasnya.

Hadirnya desainer maupun komunitas mode mancanegara ini dianggap pentng agar bisa
memberi dampak positif bagi pelaku industri kreatif Tanah Air.

“Diharapkan perajin dan desainer di negeri ini, khususnya Surabaya bisa lebih berkembang lagi,” ujar Ali.

Ditekankan pula, hadirnya komunitas fashion mancanegara ini tentu diharapkan bisa
menggairahkan industri fashion Tanah Air.

“Euphoranya tak hanya peragaan busana karya desainer, tetapi bagaimana bisa membuat shopping pun jadi lebih bagus. Tentu supaya ada yang belanja di SFP,” urainya.

Mengenai tema UN11TE yang diangkat di penyelenggaraan SFP kali ini, baik Dian maupun Ali sepakat menyatakan itu senada dengan tema fashion dunia yang di tahun 2018 ini juga mengambil tema ‘unite’.

“Unite itu dari bahasa Perancis yang berarti kesatuan dari berbagai unsur untuk menghasilkan sesuatu yang unik,” imbuh Dian.

Seperti SFP sebelumnya, di pentas yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 2-6 Mei
2018 ini hadir ratusan desainer lewat beragam kreasi mereka.

Tiap hari mereka bergantian memajang karya yang terbagi dalam berbagai tema-tema kecil, seperti ‘Ethnic’ hadir di hari pertama, disusul ‘Cocktail’ pada hari kedua, ‘Moslem/Modest Wear’ hari ketiga, Glamorous Party (hari keempat), dan ditutup dengan tema ‘Urban’. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help