Bisnis

Regrouping Pabrik Gula, PTPN XI Jamin Tetap Serap Tebu Petani

PTPN XI menjamin akan tetap menyerap tebu dari para petani setelah melakukan regrouping pabrik gula.

Regrouping Pabrik Gula, PTPN XI Jamin Tetap Serap Tebu Petani
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dirut PTPN XI, M Cholidi (kanan) saat penandatangan MoU dengan Bupati Situbondo, terkait pengembangan wisata PG di Taman Nasional Baluran dan PG-PG di wilayah Situbondo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI merencanakan untuk melakukan regrouping atau penataan kembali Pabrik Gula (PG) yang sudah tidak efisien. Rencana itu sempat memunculkan keresahan petani dan karyawan PG untuk tidak lagi diserap maupun dipekerjakan oleh PTPN XI.

Direktur Utama PTPN XI, M Chilidi, menegaskam pihaknya tidak akan begitu saja menutup PG yang kurang efisiensi dan PHK para karyawan di PG yang diregrouping, dan tebu-tebu petani yang biasanya disetor ke PG tersebut akan tetap diserap oleh PG lain yang sedang dalam tahap peningkatan kapasitas.

"Saat ini kami sedang meningkatkan kapasitas pabrik Aseembagoes menjadi 6.000 Ton Cane per Day (TCD), dan PG Djatiroto menjadi 10.000 TCD. Jadi tebu petani di PG Olean nanti akan diserap Assembagoes, begitu pula tebu petani di kawasan PG Pandji akan diserap oleh PG Wringinanom yang nanti akan ditingkatkan jadi 6.000 TCD," jelas Cholidi, Selasa (9/1/2018).

Langkah regrouping akan dilakukan secara bertahap dan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik lainnya. Saat ini pabrik yang sudah diregrouping yakni PG Kanigoro yang telah dijadikan house of maintenance. Sedangkan PG lainnya yang akan diregrouping yakni PG Olean dijadikan wisata heritage. Kemudian PG Pandji, PG Gending, PG Padjarakan, dan PG Purwodadi.

Sementara pabrik gula lainnya yang akan ditingkatkan agar tetap bisa menyerap tebu-tebu rakyat yakni PG Rejosari, PG Sudhono, PG Pagottan, PG Kedawung, PG Wonolangan, PG Pradjekan dan PG Wringinanom.

"Dan pabrik yang sudah dalam tahap pembangunan adalah PG Djatiroto Lumajang yang akan ditingkatkan menjadi 10.000 TCD, serta PG Assembagoes yang akan jadi 6.000 TCD. Diharapkan tahun ini keduanya sudah bisa beroperasi," jelas Cholidi.

Sehari sebelumnya, Senin (8/1/2018), PTPN XI melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemkab Situbondo untuk pengembangan potensi bisnis agrowisata dan industri gula yang menjadi core business perusahaan.

Dalam penandatangan MoU itu, PTPN XI berencana akan mengembangkan agrowisata di kawasan sekitar Taman Nasional Baluran. Rencananya di kawasan tersebut dibangun 20 unit resort yang dilengkapi dengan wisata outbond juga terdapat pantai Baluran yang berjarak sekitar 1 km.

"Lahannya sudah dibeli seluas 367 ha, dan resortnya sudah dalam tahap pembangunan, dan untuk aksesnya juga akan kami siapkan," jelas Cholidi.

Pemkab Situbondo juga turut mendukung dalam pengembangan wisata tersebut, dengan mempermudah izin-izin pembangunan kawasan wisata.

Sedangkan pengembangan wisata heritage di PG Olean, dilakukan karena di PG tersebut memiliki sejarah yang menarik lantaran peninggalan zaman Belanda. Mesin-mesin pabrik, bangunan hingga kereta loko juga masih dimiliki sebagai destinasi yang ditawarkan.

"Di Situbondo, kami juga ingin melakukan rehabilitasi pasar tradisional di depan PG Assembagoes untuk menjadi business center agar kawasan di sekitarnya bisa bagus dan bersih," imbuhnya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menambahkan, rencana PTPN XI dalam mengembangkan bisnis wisata itu sejalan dengan program Pemkab Situbondo yang kini sedanag berbenah menata sektor pariwisata.

"Kami harus siapkan dsetinasi wisatanya dengan baik karena target pemerintah adalah pembangunan jalan tol dari Surabaya sampai Banyuwangi. Ini menjadi potensi bagi Situbondo agar disinggahi oleh turis," jelasnya.

Dadang berharap PTPN XI dan investor lainnya ke depan mau mengembangkan perhotelan karena Situbondo masih sangat kekurangan hotel yang layak bagi wisatawan. Rerata jumlah kunjungan wisatawan domestik dan asing di Situbondo pada tahun-tahun lalu mencapai 300.000 an orang.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help