Bandara Juanda

Pengakuan Penyelundup Sabu di Juanda: Dimanjakan Bandar, Nginap Hotel, Dapat Uang Saku, dan . . . .

Duo Aceh tersangka penyelundupan sabu 1,2 kg melalui Bandara Juanda Surabaya kini ditahan di Polresta Sidoarjo.

Pengakuan Penyelundup Sabu di Juanda: Dimanjakan Bandar, Nginap Hotel, Dapat Uang Saku, dan  . . . .
surya/nuraini faiq
Petugas saat menunjukkan tersangka pengedar sabu dan barang bukti di Lanudal Juanda, Selasa (9/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Duo Aceh tersangka penyelundupan sabu 1,2 kg melalui Bandara Juanda Surabaya kini ditahan di Polresta Sidoarjo. Keduanya nekat mengirim barang haram itu setelah dimanja oleh bandar narkoba di Batam. 

Beritkut penuturan Dedi dan Nasrudin yang mendapat fasilitas istimewa asal mau membawa Sabu itu ke Surabaya.

"Kami diberi tahu menyimpan barang di sepatu dan memang berhasil," ucap Nasrudin.

Duo Aceh itu mengaku mendapatkan 1,2 kg sabu dalam bentuk paket plastik dari sosok yang mengaku bernama Ridwan. Sosok ini ditemui keduanya di salah satu hotel kenamaan di Batam. 

Duo Aceh itu langsung diberikan tiket untuk pergi ke Surabaya. Keduanya juga mendapat fasilitas lain diinapkan hotel di Batam dan Surabaya. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat uang saku. 

 "Kami diberi uang jajan Rp 2 juta. Ini untuk biaya makan selama perjalanan ke Surabaya," aku Dedi kepada petugas.

Pertemuan duo Aceh itu terjadi pada Sabtu kemarin. Ridwan yang ada di hotel langsung menemui keduanya dan menyerahkan 1,2 Sabu. 

Keesokan harinya setelah menginap di hotel, keduanya diajari mengelabui petugas dengan menyimpan sabu di sepatu. Cara ini efektif dan lolos. 

Baru mereka kaget saat petugas Bandara Juanda Surabaya dengan mudah mendeteksi sabu. "Kami pindahkan sabu dari sepatu di tas saat di toilet ruang Check in Bandara Batam," kata Dedi. (Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved