Citizen Reporter

Menikmati Pesona Air Terjun Grenjengan

masih satu kawasan dengan padusan air panas Pacetm Mojokerto, sempatkan singgah di air terjun Grenjengan nan asri ini ...

Menikmati Pesona Air Terjun Grenjengan
hanif kristianto/citizen reporter
Air terjun Grenjengan atau Padusan? 

 

Reportase Hanif Kristianto
Creator Nulis Team

 

 

LIBURAN bisa diisi dengan kegiatan positif di alam dengan nuansanya asri, sejuk nan segar. Pepohonannya teduh dengan cuaca bersahabat.

Selasa (26/12/2017) itu, kami memilih berpetualang ke lokasi wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto. Satu lokasi dengan ragam wana wisata memikat, salah satunya air terjun Grenjengan.

Objek air terjun senantiasa memikat pengunjung. Meski harus berjalan sekitar 700 meter. Jalan yang menanjak menjadi tantangan tersendiri. Di sepanjang perjalanan ada rusa-rusa bertanduk, selain warung-warung kecil.

Gemerincik air terdengar deras. Sungguh, air sumber kehidupan yang diciptakan Allah SWT. Pengunjung cukup membayar Rp 7.500 sudah bisa menikmati keindahan air terjun Grenjengan.

Bahkan, pengunjung rela terguyur air terjun. Derasnya air tak menyurutkan untuk berpose dan mengabadikan momen. Banyak pula yang berswafoto. Sesekali, pengunjung yang disergap dingin menghangatkan diri dengan menyantap camilan. Hmm.. nikmatnya…

Apa sih manfaat berkunjung ke wisata air terjun, terlebih bagi orangtua yang membawa putra-putrinya?

Pertama, orangtua harus menyiapkan bekal dan perlengkapan anak. Misalnya, dengan jalan mendaki dan cukup licin bisa memakai sepatu yang tepat. Hal ini juga melindungi dari batu yang cukup terjal.

Kedua, tetap mengawasi perjalanan anak. Karena sisi kiri jalan merupakan jurang curam. Sebelum memasuki area wisata sudah ada rambu-rambu peringatan.

Ketiga, anak bisa mengenal bahwa keindahan alam, pepohonan, dan air yang sejuk merupakan ciptaan Allah. Sungguh Allah penuh cinta dan kasih pada manusia. Jadikan anak belajar bersyukur.

Keempat, senantiasa menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah. Begitupun, pengelola wisata juga harus banyak menyediakan tempat sampah. Masih sering dijumpai, minimnya tempat sampah, mengundang pengunjung membuang sampah sembarangan. Bahkan, kali kecil di samping area wisata kerap menjadi sasaran buang sampah.

Selamat menikmati keindahan alam tanpa berusaha menodainya agar masih ada yang diwariskan kepada anak cucu.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help