Berita Kampus Surabaya

Ini Salah Satu Persyaratan Masuk Politeknik Negeri di Surabaya 

Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sejumlah jurusan menerapkan syarat tersebut.

Ini Salah Satu Persyaratan Masuk Politeknik Negeri di Surabaya 
sany
Tim Penship dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ketika menunjukkan Kapal Cepat Tak Berawak, Selasa (28/7). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kesehatan mata,khususnya tidak buta warna menjadi kriteria dalam penerimaan mahasiswa baru di politeknik, khususnya jurusan yang mengutamakan keahlian dalam membedakan warna.

Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) terdapat sejumlah program studi (prodi) yang menerapkan syarat tidak buta warna.

Humas PPNS, Nurul Hidayati menjelaskan ada beberapa persyaratan buta warna baik keseluruhan ataupun sebagian yang diterapkan. Misalkan pada Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tidak boleh buta warna karena beberapa standar keselamatan atau tanda menggunakan warna. Belum lagi prodi lain yang melibatkan warna untuk membedakan fungsi komponen.

"Tahun ini kami mengurangi jumlah siswa untuk memastikan angka lulusan tidak jenuh dan kualitas praktek tetap baik. Makanya syarat-syarat masuk khusus menjadi filter yang memudahkan pemenuhan kuota dari banyaknya peminat" ujarnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di kampus PPNS, Selasa (9/1/2018).

Ia mengungkapkan di PPNS ada 4 jalur masuk, Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) adalah jalur kedua setelah PMDK secara mandiri yabg digelar PPNS.

"Kuotanya PMDK PPNS dan PMDK PN hampir sama sekitar 30 persen dari total kuota 704 mahasiswa baru, tetapi biasanya lebih besar yg PMDK PPNS,"urainya.

Meskipun dilakukan lebih awal dibandingkan penerimaan perguruan tinggi negeri, pihaknya tidak memiliki siasat khusus untuk memastikan pendaftar yang diterima akan tetap kuliah di PPNS. Hanya saja pendaftar yang diterima harus membayar UKT agar kuota tersebut dianggap terisi.

" Kalau angkanya terlalu banyak yang tidak daftar ulang, mungkin kami menghubungi guru BK sekolah asal. Supaya tahun depannya tidak terulang,"ujarnya.

Sementara itu, Humas PENS, Andri Suryandari mengungkapkan penerapan syarat tidak buta warna diterapkan pada hampir semua jurusan. Sebab, berbagai jurusan di PENS masih membutuhkan kemampuan elektronik.

"Karena banyak berhubungan dengan kabel dan visual juga. Pastinya butuh kemampuan dalam melihat warna dengan jelas. Kalau tidak akan kesulitan dalam kuliah,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help