Lapor Cak

Pasien Samani 5 Jam Tunggu Antrean Layanan Urologi di RSAL   

Sejumlah pasien rela menunggu hingga lima jam untuk bisa mendapatkan layanan medis di RSAL Dr Ramelan Surabaya, Senin (8/1/2018).

Pasien Samani 5 Jam Tunggu Antrean Layanan Urologi di RSAL    
surya/nuraini faiq
Suasan RS Dr Ramelan Surabaya, Senin (8/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah pasien rela menunggu hingga lima jam untuk bisa mendapatkan layanan medis di RSAL Dr Ramelan Surabaya, Senin (8/1/2018). Mereka bahkan ada yang ngalahi berangkat selepas subuh untuk menghindari antrean panjang.

 Namun, bagi keuarga pasien Samani (60) asal Jl HR Muhammad Surabaya, berangkat pagi bukan jaminan bisa mendapat layanan awal. Pasien urologi ini bahkan baru bisa meninggalkan RS yang ada di frontage road Jl A Yani sisi Timur ini selepas zuhur.

 "Ini kami baru bisa pulang pukul 12.30. Saya mulai antre jam 07.30 tadi," ucap Sunarti, keluarga Samani yang mengantar rawat jalan di RSAL.

 Perempuan ini menuturkan bahwa dirinya kaget saat melihat antrean di Poli Urogoli itu makin banyak. Ada puluhan pasien antre di layanan perawatan jalan di Poli Urologi di RS di bawah pengelolaan TNI AL tersebut. 

Kebanyakan mereka adalah pasien BPJS. Berjam-jam dirinya antre dengan nomor antrean di bawah 10. Namun betapa kagetnya saat pasien tinggal sekitar 12 orang, pasien Samani tidak juga dipanggil. 

Hal yang sama dialami Keluarga Hari Irwanto yang mengantar istrinya persiapan operasi Anastasia. Pria ini juga memilih berangkat pukul 05.00 dari rumah dengan harapan mendapat antrean awal. 

Pasien Ny Hari pun senang mendapat antrean nomor 3. Namun hingga pengujung layanan berakhir di Poli Bedah, Hari tak mendengar istrinya dipanggil untuk mendapat layanan. 

"Ternyata malah ada panggilan, siapa yang belum dipanggil. Saat itu, banyak yang seperti saya menyerbu Poli Bedah karena tercecer," urai Hari. 

 Para pasien itu saat ditemui memahami bahwa RSAL pada Senin pagi kemarin banyak dikunjungi pasien. Setiap hari memang pasien ramai begitu. Namun, mereka mengharapkan administrasi layanan medis yang cepat dan akurat. 

Para pasien itu merasa menyerahkan dokumen dan data saat mendaftar ke Loket Pendaftaran. Setelah mendaftar akan mendapat nomor antrean sesuai poli atau penanganan penyakit yang diderita pasien

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help