Surya/

Liputan Khusus

Pakar Tata Kota ITS : Hi Tech Mall Tampak Depan Terlalu Sempit

Apabila pemkot bisa menata tempat itu dengan baik, pusat keramain yang timbul bisa menjadi pemacu pertumbuhan baru.

Pakar Tata Kota ITS : Hi Tech Mall Tampak Depan Terlalu Sempit
surya/m taufik
Hi Tech Mall yang akan diubah menjadi pusat kesenian di Kota Surabaya. 

News Analysis
Dr Ing Ir Haryo Sulistyarso
Pakar Tata Kota ITS

SURYA.co.id | SURABAYA - Pada prinsipnya Pemkot Surabaya harus mengikuti aturan yang sudah tertera dalam tata ruang untuk rencana pengalihan fungsi Hi Tech Mall menjadi pusat kesenian.

Soalnya, kesesuaian tata ruang merupakan salah satu syarat utama untuk keluarnya Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK).

Apabila SKRK belum terbit, maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak akan keluar.

Untuk keluarnya IMB, perlu lampiran antara lain tiga dokumen, yaitu analisis dampak lingkungan, analisis dampak lalu lintas, dan kajian banjir.

Kalaupun konsepnya nanti hanya memugar bangunan, tetap dibutuhkan IMB untuk perubahannya.

Sebab, memugar bangunan juga berarti mengubah konstruksi, arsitektur, dan lalu lintas di sekitarnya.

Semestinya harus ada kajian-kajian yang mendukung untuk ini.

Meskipun rencana itu baru sebatas ide, pemkot tetap harus mengikuti juga peraturan daerah (Perda) yang ada.

Jika semua itu sudah sesuai, pemkot bisa fokus pada rencana pembangunan atau pemugarannya ke depan.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help