Liputan Khusus

'Libatkan Seniman dan Budayawan untuk Menciptakan Pusat Kesenian Baru Kota Surabaya'

Rencana pemugaran bangunan Hi Tech Mall tak bisa dilepaskan dari keberadaan Taman Hiburan Rakyat (THR)

'Libatkan Seniman dan Budayawan untuk Menciptakan Pusat Kesenian Baru Kota Surabaya'
surya/ahmad zaimul haq
Ludruk Irama Budaya di komplek THR Surabaya yang kini masih eksis tiap Sabtu malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi D DPRD Kota Surabaya menganggap rencana pemugaran Hi Tech Mall menjadi pusat kesenian sebagai langkah bagus.

Namun, Pemkot Surabaya harus melibatkan para seniman, budayawan, dan akademisi supaya tujuan perluasan tempat kesenian optimal.

Anggota Komisi D Reni Astuti mengatakan, eksekutif sudah menyampaikan gagasan tersebut kepada dewan beberapa waktu lalu.

Ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparta), sebagai leading sector, untuk merencanakan konsep secara matang.

Target utama pemugaran bangunan tersebut juga harus jelas.

Misalnya, apa jenis dan model kesenian yang akan ditumbuhkan di tempat itu.

“Sehingga tempat itu akan benar-benar bisa hidup. Tidak sekadar ada. Tapi juga bisa hidup dan bisa melestarikan seni budaya yang ada di Kota Surabaya,” kata Reni pekan lalu.

Target dan harapan dari perluasan tempat kesenian, menurut dia, baru akan terwujud jika tiga pihak yang disebut tadi dilibatkan.

Sebab mereka lah yang lebih tahu kebutuhan sarana dan prasarana untuk dapat berkarya secara optimal.

Rencana pemugaran bangunan Hi Tech Mall tak bisa dilepaskan dari keberadaan Taman Hiburan Rakyat (THR), yang berada di kompleks belakang bangunan empat lantai itu.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help