Surya/

Berita Kampus Surabaya

VIDEO - Kuliah ke Luar Negeri? Ini yang harus Anda Lakukan!

Banyak kampus di luar negeri menawarkan berbagai program dan kemudahan menempuh studi di sana.

VIDEO - Kuliah ke Luar Negeri? Ini yang harus Anda Lakukan!
surya/Fatimatuz Zahro
Studi ke luar negeri perlu referensi. 

LAPORAN : FAIQ NURAINI | SURABAYA

SURYA.colid | SURABAYA - Banyak kampus di luar negeri menawarkan berbagai program dan kemudahan menempuh studi di sana. Namun, hampir semua mahasiswa Surabaya lebih suka berburu program beasiswa ketimbang biaya sendiri

Tentu motif biaya menjadi pertimbangan utama. Kuliah gratis dengan tempat kos gratis atau berasrama menjadi alasannya, di samping fasilitas izin menjadi idola.

Eit, tapi tidak mudah untuk mendapatkan fasilitas sekokah ke luar negeri yang paling dicari itu. Harus memenuhi kualifikasi.

"Yang paling utama harus lulus tes dulu. Selain kemampuan bahasa Inggris yang cukup," ucap Maya Shovitri, Deputy for Admission and Mobility ITS International Office (IO), Minggu (7/1/2018).

Berbagai tawaran menarik menunggu peminat yang ingin studi ke luar negeri ini. Menurut pengakuan Maya, beasiswa dan fasilitas asrama adalah yang paling diminati.

Tren sekolah ke luar negeri diakui makin tahun makin meningkat. Namun kebanyakan peminat adalah mereka yang sudah menempuh pendidikan di kampus lokal. Lulusan SMA yang langsung ke perguruan tinggi  (PT) luar negeri (LN) tidak sebanyak yang berangkat dari kampus.

Selama bertahun-tahun mendampingi calon mahasiswa, ketertarikan mahasiwa pada umumnya tergantung pada program beasiswa apa yg tersedia. Kemudian baru jurusan atau program studi. Apakah sesuai atau tidak dengan minatnya.

"Banyak kampus dari luar negeri memberi tawaran menggoda. Selain beasiswa penuh, ada juga yang menyempurnakan dengan tiket pesawat PP ke luar negeri," tambah Maya.

Maria Anityasari, Direktur ITS International Office menyatakan banyak kampus di luar negeri yang menjalin kerja sama dengan ITS, terutama Eropa dan Asia.

Sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Jepang, dan Thailanda banyak yang kerja sama. Kebanyakan adalah program beasiswa. Namun ada pula yang biaya sendiri.

Beasiswa-beasiswa itu dari Eropean Union, antara lain dengan program Erasmus. Kemudian Beasiswa dari PT mitra, misal Asean Scholarship yg disediakan oleh Chulalongkorn University.

"Memang banyak kampus di LN yang menawarkan beasiswa berupa bebas SPP dan bebas asrama. Ini Kerjasama resiprokal ITS dengan mereka," kata Maria.

Berbagai program kerjasama dengan kampus luar negeri. Ada yang program singkat seperti Pertukaran mata kuliah 1 semester dg program kredit transfer.

Ada pula program Pertukaran magang di lab maupun industri selama 1-3 bulan. Program ini tanpa transfer kredit. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help