Citizen Reporter

Awas (ter) Pasung!

namanya memang unik, pasung .. lebih unik lagi dari jajanan khas Gresik ini adalah makna di balik penampilan pasung itu sendiri ..

Awas (ter) Pasung!
istimewa
Jajanan pasung khas Gresik 

Reportase Nahdliyatul Mahmudah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Trunojoyo Madura

 

PASUNG, mungkin nama yang ambigu. Karena sejatinya, pasung adalah nama jajanan khas Kroman, tepatnya di Kampung Karang Pasung, Gresik. Nama pasung diambil dari salah satu nama kampung di Kelurahan Kroman, Gresik.

Selain itu, nama pasung sendiri memiliki arti kerucut dalam bahasa Jawa. Dibuat dari bahan dasar adonan tepung beras, santan, gula, dan garam yang diolah hingga masak dan dibungkus dengan daun pisang.

Penganan ini terdiri atas dua lapis. Bagian atas berwarna putih berarti simbol bahwa jajanan  ini dibuat oleh remaja putri atau ibu muda. Sedangkan lapisan atau bagian bawah berwarna merah dari gula Jawa yang menjadi simbol keceriaan dan lentur, yang berarti keluwesan terhadap siapapun atau lingkungannya.

Jajanan pasung ini dihidangkan dalam bungkus daun pisang muda atau yang biasa disebut pupus. Pasung dijadikan sebagai simbol akan kehadiran manusia baru (bayi). Itu sebabnya jajanan pasung ini selalu hadir saat mengadakan tasyakuran atas kelahiran seorang bayi.

Begitu bagusnya falsafah yang terkandung dalam jajan pasung ini, maka tradisi ini masih dilakukan masyarakat Gresik. “Mereka percaya bahwa ada kemungkinan makanan ini dibuat oleh Nyai Pesalatan (istri Sindujoyo) ketika beliau dianugerahi keturunan,” tutur Loemaksono, pemerhati sejarah dan budaya Gresik.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help