Surya/

Citizen Reporter

13 Guru Indonesia Siap Guncang Merlion Singapura

geliat literasi guru menulis menular ke Singapura dan 33 guru Sekolah Indonesia di sana menyiapkan amunisi untuk mengguncang negeri singa itu!

13 Guru Indonesia Siap Guncang Merlion Singapura
graham/pixabay.com
merlion ikon Singapura 

Reportase Eko Prasetyo
Alumnus S-2 Ilmu Komunikasi Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya

 

 

MERLION selama ini dikenal sebagai ikon Singapura. Patung berkepala singa dan bertubuh ikan duyung tersebut tegap berdiri di tengah kota negeri singa. Karena ikonik dan kemegahannya, tak heran jika para pelancong dari berbagai negara selalu menyempatkan berswafoto di sana.

Daya tarik inilah yang akan menginspirasi guru-guru dari Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Dalam program satu guru satu buku (sagusabu) yang dihelat pada 21-22 Desember 2017 di sekolah tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Singapura, Prof Dr Aisyah Endah Palupi, mendorong guru-guru SIS untuk berani berkarya.

”Sebagai guru-guru pilihan, pengalaman dan wawasan Anda akan sangat bermanfaat apabila dituliskan dan dibaca oleh kolega kita di tanah air,” pesannya.

Ia menambahkan, tahun 2018 menjadi momentum yang tepat untuk menancapkan resolusi menulis tersebut. ”Deadline satu bulan penulisan ini akan ditindaklanjuti dengan penerbitan karya guru-guru Sekolah Indonesia Singapura,” terang Mohammad Ihsan, CEO Pustaka MediaGuru, narasumber sagusabu. 

Karya mereka, tambah Ihsan, bisa dipamerkan secara bersama untuk memberikan semangat literasi. Salah satu tempat yang disepakati untuk unjuk karya tersebut adalah Merlion. ”Sebab, tempat itu merupakan  jujukan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Maka, unjuk karya ini sebenarnya juga menjadi upaya untuk mempromosikan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan,” tutur Ihsan.

Kepala Sekolah Indonesia Singapura Sumardiyanto berharap, pada Maret 2018 buku-buku karya guru Sekolah Indonesia Singapura bisa dipamerkan serentak.

”Hal ini juga mempertegas usaha untuk memberikan semangat membudayakan literasi kepada masyarakat,” ujar pria asal Situbondo tersebut. Ia menegaskan, sebanyak 13 guru penulis dari SIS siap menyukseskan program berslogan ‘Dari Indonesia untuk Dunia’ itu.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help