Surya/

Berita Lamongan

Penipu Bermodus Penggandaan Uang Beraksi Dalam Penjara Lamongan. Korbannya Napi Koruptor

Berada di dalam LP, tak membuat Radji (55) kapok berbuat kriminal. Di sana dia masih sempat menipu sesama narapida korupsi penghuni LP.

Penipu Bermodus Penggandaan Uang Beraksi Dalam Penjara Lamongan. Korbannya Napi Koruptor
ist
Ilustrasi 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Berada di dalam lembaga pemasyarakatan, tak membuat Radji (55) kapok berbuat kriminal. 

Bahkan, pria yang masuk penjara karena kasus penipuan itu kembali beraksi di dalam lapas. 

Korbannya, tak lain adalah rekannya sesama penghuni lapas. 

Modusnya, Radji sang paranormal ini mengaku kepada korbannya, Asmungi (54), dapat menggandakan uang. 

Asmungi sendiri adalah pria yang dipenjara lantaran terjerat pidana korupsi. 

Korbanpun tergiur dengan tawaran pelaku dan sanggup memenuhi semua persyaratan yang diminta Radji.

Asmungi akhirnya meminta kepada keluarganya yang pada Oktober dan November 2017 membesuk ke Lapas untuk mempersiapkan sejumlah uang sebagai mahar.

Korban meminta uang kepada keluarganya sebesar Rp 18, 4 juta dengan rincian untuk membeli pengikat uang yang digandakan sebanyak 280 biji, Rp 3, 1 juta untuk membeli 1 ekor kambing kendit, Rp 8, 6 juta untuk membeli minyak Jafaron, Rp 600 ribu untuk membeli candu dan Rp 3 juta untuk menyumbang 4 masjid.

Kata pelaku, uang yang sudah disetor itu akan digandakan menjadi Rp 2, 8 miliar.

Tapi sampai perkara ini dilaporkan ke Polres Lamongan, janji tersangka itu tidak pernah ada.

"Baru dilaporkan, makanya penyidik masih akan memintai keterangan pihak-pihak terkait," kata Kasubag Humas, AKP Suwarta kepada Surya, Jumat (5/1).

Antara korban dan pelaku juga masih sama-sama menjadi warga binaan di lapas.

Kasus ini memang menarik, dan pasal yang bisa diterapkan adalah pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help