Berita Gresik

Media Sosial Turut Menjadi Pemicu Ribuan Perceraian Suami Istri di Gresik

Media sosial disebut-sebut turut menjadi pemicu terjadinya ribuan perceraian di Kabupaten Gresik. Lho kok bisa??

Media Sosial Turut Menjadi Pemicu Ribuan Perceraian Suami Istri di Gresik
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | GRESIK - Sepanjang 2017, jumlah perceraian yang terjadi di Kabupaten Gresik mencapai angka 1.854. 

Dari data tersebut, pasutri yang bercerai didominasi pasutri muda yang masih berumur 25 hingga 40 tahun.

"Kebanyakan istri yang menggugat cerai suaminya, prosentasenya mencapai 70 persen," kata panitera Muda Hukum, Istiqomi, kepada wartawan Jumat (5/1/2018).

Perceraian tersebut menyebar di seluruh Kabupaten Gresik, terutama di Kecamatan Menganti pada bulan Juni 2017 ada 15 kasus, September sebanyak 20 kasus, Oktober sebanyak 24 kasus, November sebanyak 18 kasus.

Sedang posisi kedua ditempati kecamatan Gresik dan Driyorejo yang masing-masing sebanyak 2 kali selama 2017.

Sementara pada bulan April sampai November 2017 yang sudah diputus Pengadilan Agama dari Kecamatan Balongpanggang sebanyak 74 kasus Kecamatan Bungah sebanyak 68 kasus, Cerme sebanyak 68 kasus, Driyorejo sebanyak 82 kasus, Duduksampean sebanyak 44 kasus.

Untuk Kecamatan Dukun sebanyak 61 kasus, Kecamatan Gresik sebanyak 94 kasus, Kebomas 87 kasus, Kedamean sebanyak 74 kasus, Manyar sebanyak 76 kasus, Menganti sebanyak 143 kasus, Panceng sebanyak 76 kasus, Sidayu sebanyak 44 kasus, Ujungpangkah sebanyak 43 kasus da Wriginanom sebanyak 72 kasus.

Dari banyaknya kasus perceraian itu, Istiqomi melihatnya diakibatkan faktor pendidikan atau pengetahuan rumah tangga yang rendah dan faktor ekonomi keluarga yang kurang mampu.

Selain itu ada faktor perselingkuhan untuk keluarga di wilayah Perkotaan.

"Perceraian tersebut secara umum disebabkan faktor pendidikan rendah dan ekonomi lemah," imbuhnya.

Termasuk faktor media sosial yang memudahkan orang mudah berkomunikasi sehingga memicu perceraian.

"Di era media sosial, setiap orang bisa berkomunikasi secara bebas dengan siapapun sehingga menjadi faktor perceraian akibat cemburu," imbuhnya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help