Berita Sidoarjo

Jual Antidepresan Secara Ilegal, Pria Asal Tambaksawah Sidoarjo Ini Ditangkap Polisi

Warga Desa Tambaksawah, Waru, ini mengonsumsi dan juga menjual obat antidepresan tanpa resep.

Jual Antidepresan Secara Ilegal, Pria Asal Tambaksawah Sidoarjo Ini Ditangkap Polisi
surya/irwan syairwan
Samsul Arifin ditangkap polisi gara-gara menjual obat antidepresan ilegal, Jumat (5/1/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Obat antidepresan legal selama menggunakan resep dokter.

Namun, yang dilakukan Samsul Arifin (34) berkaitan obat antidepresan ini malah membuatnya berurusan dengan polisi Polsek Waru.

Warga Desa Tambaksawah, Waru, ini mengonsumsi dan juga menjual obat antidepresan berjenis benzodiazepin dengan merek Alprazolam.

Kapolsek Waru, Kompol M Fathoni, mengatakan pihaknya mendapat laporan masyarakat tentang adanya obat semacam pil koplo yang dijual bebas di kalangan karyawan pabrik di daerah Waru.

"Laporan masyarakat mengatakan obat itu bisa bikin penggunanya merasa damai dan tenang. Setelah kami telusuri, yang dijual itu bukan pil koplo melainkan obat antidepresan berjenis benzodiazepin yang mereknya Alprazolam," kata Fathoni saat menggelar rilis kasus perkara, Jumat (5/1/2018).

Kendati bukan pil koplo, obat antidepresan tersebut masuk kategori Obat Psikotropika Golongan IV oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Meski boleh dikonsumsi, namun memerlukan resep dokter ahli kejiwaan sebab menimbulkan ketergantungan kepada penggunanya jika tak sesuai resep.

Sedangkan yang dilakukan Samsul, lanjut Fathoni, obat tersebut dijual secara bebas tanpa pengamanan medis atau ilegal.

"Saat kami tangkap tangan di dekat tempatnya bekerja, ada 150 butir obat tersebut," sambungnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, Samsul mendapatkan obat tersebut dari temannya yang kini buron. Satu butir Alprazolam ia jual Rp 15.000.

Samsul sudah menjual obat tersebut selama setahun.

Saat ditanyai, ia mengonsumsi obat tersebut agar lebih tenang melepas penat usai seharian bekerja di pabrik.

"Teman-teman coba dan akhirnya mulai beli secara reguler," ungkap Samsul.

Yang tak diketahui Samsul dan rekan-rekannya yang mengonsumsi obat tersebut, antidepresan jenis benzodiazepin ini bisa menimbulkan paranoid, ketakutan tanpa alasan, hingga berteriak-teriak sendiri tanpa sebab dan tanpa sadar.

Atas perbuatannya, Samsul dikenai Pasal 60 Ayat (1) Huruf B dan Ayat (2) dan atau Pasal 62 UU No 5/1997 tentang Psikotropika yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help