Citizen Reporter

Gerakan Melek Aksara di Kampung Al Quran Jambangan

menegasi Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, Jambangan digagas sebagai kampung Al-Quran dan warga melek aksara

Gerakan Melek Aksara di Kampung Al Quran Jambangan
nur sofiah/citizen reporter
Ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya menjadi motor di kampung Al-Quran Jambangan 

Reportase Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya

 

TINGKAT buta aksara Al Quran di Indonesia cukup tinggi walakin sebagai negara muslim terbesar di dunia. Hal ini terbukti, banyak umat Islam di Indonesia belum bisa baca Al Quran.

Untuk mengatasainya, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya mendirikan kampung Al-Quran, yang tersebar di berbagai wilayah di Surabaya, salah satunya di Jambangan.

Kampung Al-Quran Jambangan ini didirikan sejak tahun 2015 silam. Hingga sekarang, ada sembilan kelompok kampung Al-Quran. Dan, Kamis (4/1/2018) lalu, kampung Al-Quran bekerja sama dengan YDSF mengadakan pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Walaupun peringatannya terlambat, tidak meluruhkan semangat 57 ibu-ibu ikut andil dalam perhelatan tersebut. Mereka menggali ilmu agama dan kebenaran menurut Al-Quran dan hadis di kegiatan yang bertema Bersalawat untuk Nabi Muhammad.

“Lima kata kunci yang harus kita ingat untuk melek aksara Al-Quran yaitu membaca, menghafal, memahami, mengamalkan, dan menyampaikan. Lima langkah tersebut akan membawa manusia menjadi muslim sejati,” ungkap Qosin, koordinator kampung Al-Quran dari Ummi Foundation.

Kampung Al-Quran mengantarkan ibu-ibu Jambangan melek aksara Al-Quran. Dengan demikian diharapkan tercipta generasi qurani. YDSF memberikan fasilitas buku ngaji dan gurunya secara gratis selama enam bulan. Setelahnya, bisa dilanjut sesuai kesepakatan antara santri dan gurunya.

Dipelopori Sulistyaningtyas, ibu rumah tangga, mampu membangkitkan literasi Al-Quran di Jambangan. Bukan perkara mudah mengajak ibu-ibu. Seabrek tugas dan tanggung jawabnya di rumah, sehingga mereka tidak berkenan bergabung. Dengan kegigihannya, Sulistyaningtyas mampu menjaga eksistensi kampung Al-Quran hingga sekarang.

“Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan. Terima kasih kepada YDSF yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan memberi buku secara cuma-cuma. Mari kita sisihkan sebagian penghasilan untuk didonasikan. Insya Allah, sebagai amal jariyah untuk diri kita sendiri,” tutur Sulistyaningtyas, penggerak kampung Al-Quran Jambangan.

Puncak acaranya adalah tauziyah oleh Saiddudin, salah-satu pengajar di Kampung Al-Quran. Dalam mauidah hasanahnya, Saiddudin menyampaikan pentingnya orang tua mengenalkan kembali tradisi Islam kepada anak-anak, seperti: menghafalkan nama-nama bulan Islam, menyanyikan lagu-lagu islami, dan bersalawat agar anak-anak semakin cinta Islam.

“Acara seperti ini harus dilakukan secara rutin. Saya merasakan ketenangan hati saat ayat-ayat Al-Quran dilantunkan,” pungkas Ika di akhir acara.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help