Citizen Reporter

Menyicipi Keasrian Boon Pring Andeman

kawasan hutan bambu hijau lengkap dengan danau Andeman yang jernih menjadi pesona ekowisata Boon Pring di Sanankerto, Turen, Malang ini ...

Menyicipi Keasrian Boon Pring Andeman
ahmad junaidi/citizen reporter
Wisata Boon Pring Andeman 

Reportase Ahmad Junaidi
Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

 

KALAU di Jepang ada hutan bambu Arashimaya, di Indonesia ada destinasi ekowisata hutan bambu yang rimbun serta waduk yang jernih. Wisata ini dinamakan Boon Pring,  tepatnya berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Jawa Timur.

Bersama rombongan keluarga, saya berkunjung ke ekowisata ini pada 24 Desember 2017 lalu. Kami menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari Malang Kota.

Banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat ini. Parkiran yang begitu luas sangat memungkinkan untuk menampung berpuluh-puluh kendaraan, baik roda dua ataupun empat.

Di Boon Pring ini pengunjung bisa menikmati berbagai wahana wisata, seperti flying fox, berkeliling danau dengan perahu dan sepeda air, kolam renang yang jernih, dan lain-lain. Di tempat ini juga terdapat banyak spot foto yang menarik.

Wisata lokal Boon Pring tergolong wisata yang praktis dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Pengunjung hanya butuh merogoh gocek untuk bisa masuk dan menikmati pemandangan hutan bambu hijau yang tumbuh rimbun dan Danau Andeman yang airnya sangat jernih karena langsung berasal dari sumber mata air.

Kata seorang warga, Boon Pring ini memiliki arti “anugerah yang turun di hutan bambu”. Sangat sesuai dengan kondisi ekologi yang ada di tempat ini.

Di area wisata Boon Pring juga terdapat gugusan pulau kecil yang dinamakan Pulau Puteri Sekar Sari. Pulau ini berdiri di tengah-tengah danau Andeman. Pengunjung bisa ke situ lewat jembatan yang menjadi penghubung.

Selain menikmati wahana di tempat ini, pengunjung juga bisa bersantai menikmati alam sambil menjajal aneka makanan yang dijajakan di sepanjang jalan menuju danau. Wisata ini juga terkesan sangat lokal karena berada di pedesaan yang sejuk dan rindang. Kebersihannya juga masih terjaga dengan baik. Sudah sepatutnya warga yang turut ikut serta dalam pengelolaan wisata ini dan para wisatawan yang berkunjung senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian tempat ini.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help