Berita Surabaya

Eksepsi Terdakwa Ditolak, Kasus Pasar Turi Berlanjut, Yusril: Uang itu Ada, hanya Kendala . . . .

Eksepsi Henry J Gunawan dalam kasus Pasar Turi ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/1/2018).

Eksepsi Terdakwa Ditolak, Kasus Pasar Turi Berlanjut, Yusril: Uang itu Ada, hanya Kendala  . . . .
surya/ahmad zaimul haq
BERI KETERANGAN - Bos PT Gala Bumi Perkasa, investor Pasar Turi Surabaya, Henry J Gunawan (kanan) didampingi pengacara Trimoelya Soerdjadji saat jumpa pers terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan oleh Polda Jatim, Senin (22/2/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Eksepsi  Henry J Gunawan yang didudukkan di kursi pesakitan atas dugaan pengelapan dan penipuan terhadap sejumlah pedagang Pasar Turi, ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/1/2018).

Majelis hakim diketuai Rohmat SH menolak dalil eksepsi yang diajukan terdakwa Henry melalui tim penasihat hukumnya.

Penolakan itu disampaikan melalui amar putusan sela yang dibacakan di ruang Cakra.

Dalam amar putusan sela, majelis hakim tidak menemukan alasan yang kuat untuk mengabulkan eksepsi bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP).

Pasalnya, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah disusun secara cermat dan teliti, dimana telah disebutkan secara jelas tentang identitas terdakwa.

Selain itu, dalil eksepsi terdakwa yang menyebut kasus pidana ini haruslah ditangguhkan dulu karena ada gugatan perdata yang tengah disidangkan di PN Surabaya juga diabaikan oleh hakim Rohmat.

Dalil eksepsi itu telah menyinggung materi pokok perkara, sehingga dakwaan JPU harus dibuktikan dipersidangan.

"Mengadili, menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan JPU untuk menghadirkan para saksi di persidangan," ucap hakim Rohmat saat membacakan amar putusan sela.

Atas pertimbangan itu, hakim Rohmat memerintahkan JPU membuktian dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

Sedang  JPU Darwis meminta waktu satu pekan untuk mendatang dan dapat menghadirkan para saksi ke persidangan.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved