Surya/

Berita Malang Raya

VIDEO - Rembug Budaya Universitas Brawijaya Sikapi Kondisi Budaya Indonesia

Universitas Brawijaya mengadakan Rembug Budaya dengan tema Merawat Kebhinnekaan dan Menangkal Radikalisme dalam Bingkai Pancasila. Ini videonya...

SURYA.co.id | MALANG - Dalam rangka Dies Natalis ke 55, Universitas Brawijaya mengadakan Rembug Budaya dengan tema Merawat Kebhinnekaan dan Menangkal Radikalisme dalam Bingkai Pancasila di Studio UBTV, Rabu (3/1/2018).

Acara tersebut dibuka dengan penampilan Tari Beskalan Patih dari Paguyuban Tari Topeng Asmoro Bangun, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Ketua pelaksana acara, Prof Ratya Anindita PhD mengatakan kegiatan ini adalah yang kali kedua diadakan.

“Rencananya akan dilaksanakan secara rutin sebagai refleksi kondisi budaya Indonesia, dan wadah rembug dan menyikapi dengan benar dan bijak dari suatu masalah,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya UB itu.

Rektor UB, Prof M Bisri mengatakan Rembug Budaya ini menjadi rangkaian acara keempat dari Dies Natalis UB yang memang dikonsep secara sederhana.

“Memang Dies Natalis tahun Ini tidak semeriah sebelumnya. Saya sengaja meminta untuk dirayakan secara sederhana sesuai amanah rakyat,” tuturnya.

Mengenai kebhinnekaan, Bisri mencontohkan dengan kondisi UB yang sudah layaknya negara kecil dengan kebhinnekaan.

“Bahkan 30 persen mahasiswa UB berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya. Jadi meskipun lokasinya di Malang, tapi kata “lo-gue” sudah banyak terdengar,” ujarnya.

Kebhinnekaan itu dirawat betul oleh UB. Ia mengakui memang tidak mudah, namun formula merawat itu adalah dengan kebersamaan dan harmonisasi.

“Di UB ada 40 unit kegiatan mahasiswa dari mulai kegiatan keagamaan sampai olahraga. Perhatian harus diberikan pada mereka secara merata dan bersama-sama. Sejauh ini kegiatan yang banyak dan dari beragam sumber dan budaya itu masih berjalan baik,” tutur Bisri.

UB yang hanya bagian kecil saja cukup sulit dalam merawat kebhinnekaan, apalagi seukuran Indonesia. Namun hal itu bisa berjalan dengan kebersamaan dan harmonisasi agar tumbuh baik dan bangsa menjadi aman, makmur, dan sentosa.

“Semoga ini menjadi sebuah kontribusi solusi pada bangsa terkait budaya yang terjadi di Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help