Reportase dari Prancis

Musee Du Louvre Paris : Karena Belajar Bisa di Mana Saja

hidup di perantauan kudu smart memanfaatkan setiap kesempatan, salah satunya menikmati kunjungan gratis hari jumat ke museum Louvre ini

Musee Du Louvre Paris : Karena Belajar Bisa di Mana Saja
isnawati hidayah/citizen reporter
Penulis dan mahasiswa Indonesia lainnya di depan Museum Louvre 

Reportase Isnawati Hidayah
Mahasiswa Master of International Development Studies Wageningen University and Research

 

LIBURAN musim dingin kali ini, usai menuntaskan semua tugas dan ujian selama masa perkuliahan periode dua di Wageningen University and Research, kami sejenak mengunjungi Kota Paris untuk sekadar short escape.

Kota Paris dapat diakses dengan Flixbus selama enam jam dari Kota Arnhem Belanda. Bukan lagi belum ke Paris namanya jika belum ke Eiffel Tower, namun, belum ke Paris namanya jika kita belum masuk ke Musee Du Louvre.

Karena mengunjungi museum bisa menjadi recharge amunisi bagi kami mahasiswa yang selalu  diliputi rasa ingin tahu tentang ilmu dan pengetahuan yang baru.

Tidak banyak orang tahu bahwa museum ini bisa dikunjungi secara gratis oleh pengunjung (all nationalities) pada hari Jumat setelah pukul enam sore. Ini menjadi kesempatan emas bagi kami yang ingin mengeksplor museum lebih dalam lagi.

Louvre merupakan sebuah benteng yang dibangun pada 1190 dan kemudian dialihfungsikan sebagai museum. Museum ini memiliki kurang lebih 380.000 koleksi secara keseluruhan dan pengunjungnya mencapai 15.000 orang setiap hari dan 70 persennya adalah pengunjung mancanegara.

Untuk menikmati semua koleksi museum, pengunjung memerlukan waktu 100 hari (24 jam sehari) dengan 30 detik untuk memelototi setiap koleksinya yang memukau. Salah satu koleksinya yang wajib dikunjungi adalah lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

Lukisan yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan mengenai ekpresi senyuman dari mahakaryanya  yang nampak misterius dan enikmatik.

Lukisan lain yang tak kalah menarik adalah Liberty Leading to the People yang dilukis oleh Eugene Delacroix. Lukisan tersebut menceritakan tentang revolusi yang terjadi pada tahun 1830. Delacroix juga melukis dirinya sendiri di dalam karyanya tersebut.

Belajar memang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Salah satunya adalah melalui kunjungan ke Museum Louvre ini. Selain karya lukis, pengunjung juga bisa mengeksplorasi karya-karya seni dari peradaban Islam, Yunani hingga peninggalan-peninggalan Mesir kuno.

Menarik bukan?

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help