Surya/

Berita Gresik

Jual Kopi dan Koplo, ini Hukuman yang Diterima Pramusaji di Gresik

Perempuan di Gresik ini tertangkap polisi menjual pil koplo saat bekerja sebagai pelayan warung kopi. Inilah hukuman dari hakim untuknya...

Jual Kopi dan Koplo, ini Hukuman yang Diterima Pramusaji di Gresik
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
SK, perempuan 40 tahun di Gresik yang divonis bersalah oleh PN Gresik karena menjual pil koplo. Pramusaji warung kopi itu divonis 9 bulan penjara, Rabu (3/1/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - SK, perempuan umur 40 tahun dari Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, akhirnya dijatuhi vonis 9 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik. 

Perempuan yang sebelumnya menjadi pelayan warung kopi ini, jadi terdakwa setelah sebelumnya kedapatan menjual pil koplo di tempat kerjanya. 

"Terdakwa terbukti bersalah menyediakan farmasi kesehatan yang tidak memiliki ijin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dan pasal 197 Undang-umdang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan," kata majelis hakim Putu Gede Mahendra, Rabu (3/1/2018).

Mendapatkan putusan tersebut, terdakwa hanya bisa pasrah terhadap putusan hakim.

Sementara, kuasa hukumnya dari Pos Bantuan Hukum, menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. 

"Kami pikir-pikir atas putusan hakim. Kasihan, sebab terdakwa ini korban atas orang yang menitipkan barang terlarang itu," kata Nazilatul Fitria Amri, kuas hukum Posbakum Al Banna Lamongan.

Putusan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Pujo S. Wardoyo, yakni 1 tahun penjara dan denda Rp 5 juta, subsider 3 bulan kurungan. 

Dalam persidangan dipertegas, SK yang ditangkap pada 23 Agustus 2017 silam, kedapatan menyimpan ratusan butir pil koplo

Obat terlarang itu ditemukan polisi tersembunyi di kandang ayam, belakang warung kopi

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help