Berita Tulungagung

Polisi Beberkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Beruntun di Pantai Gemah Tulungagung

Polisi Tulungagung membeberkan hasil olah TKP kecelakaan beruntun yang disebabkan oleh bus. Inilah hasil olah TKP tersebut.

Polisi Beberkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Beruntun di Pantai Gemah Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kanit Laka Lantas, Satlantas Polres Tulungagung. Ipda Diyon Fitrianto. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Bus dengan nopol AG 7950 UR yang menyebabkan tabrakan beruntun di Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, ternyata tidak layak jalan.

Salah satunya karena sistem pengeremannya tidak berfungsi dengan baik.

Hal ini diketahui usai olah TKP yang dilakukan Satlantas Polres Tulungagung, bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Diyon Fitrianto, hand rem (rem tangan) tidak berfungsi.

"Tadi sudah dicek bersama-sama, dan hasilnya rem tangan tidak berfungsi. Tapi sopir masih memaksakan untuk jalan," terang Diyon, Selasa (2/1/2018).

(Rem Bus Pariwisata Blong di Pantai Gemah Tulungagung Hantam Empat Mobil, Begini Nasib Penumpangnya)

Selain itu, olah TKP juga menemukan fakta bahwa ada tabung minyak rem yang kosong. Padahal minyak rem adalah komponen vital dalam sistem pengereman. Seperti sebagai pelumas komponen logam yang bergesekan dengan kampas saat pengeraman.

Jika tanpa minyak rem, maka logam ini akan panas dan sistem pengereman tidak akan berfungsi dengan baik. Bahkan tanpa minyak rem, bagian logam yang bergesekan dengan kampas bisa berubah bentuk karena suhu tinggi yang timbul karena gesekan.

"Semua pemeriksaan sudah kami lakukan dengan cara marathon. Saksi-saksi juga sudah kami periksa," tambah Diyon.

Kondisi bus pariwisata yang mengalami rem blong.
Kondisi bus pariwisata yang mengalami rem blong. (surya/david yohannes)

Masih menurut Diyon, sopir bus yang harus bertanggung jawab. Sopir yang harus memeriksa kendaraan secara menyeluruh sebelum dijalankan. Jika ada kerusakan maka sopir harus melapor dan memilih untuk tidak jalan.

Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, Unit Laka Lantas akan minta keterangan pihak Marcedes Benz, produsen bus itu. Saat ditanya soal kemungkinan pihak perusahaan yang dijadikan tersangka, Diyon mengaku butuh proses.

"Harus mendatangkan saksi ahli dulu," pungkas Diyon.

Senin (1/1/2018) bus yang dikendarai Palil mengalami rem blong di tanjakan terakhir sebelum Pantai Gemah. Mobil meluncur bebas dan menabrak Izusu Elf L 7018 LS hingga terguling. Bus kemudian menabrak Izusu Elf L 7467 GA, dan Izusu Elf AG 7164 YA.

Mobil terakhir terdorong dan menabrak Daihatsu Luxio AG 1933 VU. Bus juga menabrak Honda Vario AG 5532 UQ dan Yamaha Vixion AG 5773 DV. Bus berhenti setelah menabrak patok pembatas jalan.

Akibat Kejadian ini delapan orang mengalami luka ringan, dua orang patah tulang dan seorang anak mengalami luka bakar. Diduga anak ini kena air panas dari termos yang meledak saat tabrakan.

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help