Ekbis

Petani Lebih Memilih Pembagian Gratis Dibanding Pemberian Subsidi Benih

Para petani padi lebih memilih benih padi gratis dibandingkan subsisi benih di tahun 2018 nanti. ini alasan mereka...

Petani Lebih Memilih Pembagian Gratis Dibanding Pemberian Subsidi Benih
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Kegiatan seremonial penanaman padi di musim tanam yang digelar di lahan sawah Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo oleh pejabat terkait. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghapus subsidi benih padi untuk petani di tahun 2018 ini.

Keputusan penghapusan subsidi benih itu diganti dengan pemberian secara gratis kepada petani yang berhak. 

Muhammad Atim, Petugas Pengendali organisme pengganggu tanaman dan mantri pertanian asal Kecamatan Krembung, Sidoarjo, menyatakan persetujuannya dengan pola itu.

"Karena setiap ada program pembelian benih subsidi, dari harga Rp 11.000 per kilogram (kg) mendapat subsidi Rp 2.500 per kg, kami tidak bisa beli. Saat butuh untuk musim tanam, program belum cair. Saat cair kami sudah tanam," jelas Atim, saat ditemui di sela kegiatan panen di Desa Rejani, Krembung, Sidoarjo.

Menurut Atim, sepanjang tahun 2017, tidak ada petani di wilayah Krembung yang membeli benih dari program subsidi itu. Sehingga bila program itu ditiadakan dan diganti pemberian benih secara gratis, akan lebih menarik lagi.

Tapi dengan syarat, benih yang diberikan juga benih yang unggul, tahan hama dan memiliki nilai lebih.

Karena selama ini, benih yang disubsidi, selain waktunya yang tidak tepat, juga kualitasnya kurang bagus. Sehingga petani enggan membeli benih subsidi tersebut.

"Petani pasti lebih senang, bila dapat gratis. Apalagi sekarang pupuk masih ada subsidi, sehingga tinggal melakukan penanaman yang benar untuk menghasilkan beras yang lebih maksimal," tambah Atim.

Di DPR RI, jelang akhir tahun 2017 lalu mengungkapkan penolakannya terhadap penghapusan subsidi benih untuk petani. Penolakan disampaikan anggota komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Sukartono dan mantan anggota DPR RI tahun 2009-2014 yang saat ini menjabat Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) Herman Khaeron.

Namun menurut Kementan, sepakat dengan Atim, penyerapan subsidi benih mulai tahun 2015 sangat lamban. Sehingga nilai anggaran subsidi yang mencapai Rp 1,3 triliun tidak terpenuhinya terserap.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help