Road to Election

Pengamat Politik: Yenny Wahid Cocok Bersanding dengan Kang Yoto

Hasanuddin Ali, pengamat politik yang juga Founder serta CEO Alvara Research Centre, menyebut sosok Kang Yoto lebih pantas mendampingi Yenny Wahid.

Pengamat Politik: Yenny Wahid Cocok Bersanding dengan Kang Yoto
ist
Hasanuddin Ali 

oleh Hasanuddin Ali, Founder dan CEO Alvara Research Centre (Alvara)

Kalau dilihat peta politik di Jatim, potensi figur relatif lebih stabil dengan dua nama sebelumnya, Saifulah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.

Sehingga, untuk membentuk poros baru, perlu adanya figur yang bisa menjadi antitesis dari dua soosk yang sudah ada.

Munculnya nama Yenny Wahid sebenarnya tidak terlalu berefek besar. Sebab, dari sisi latar belakang kultur, Yenny sama-sama berasal dari kalangan Nahdliyin (Nahdlatul Ulama). Sama halnya dengan Gus Ipul maupun Khofifah.

Kemudian, dari sisi popularitas dan elektabilitas pun masih sangat jauh dibandingkan dengan dua poros yang sudah ada. Apalagi, waktunya sudah terlalu mepet untuk mengubah peta suara. Oleh karenanya, partai pengusungnya memiliki tugas besar untuk bisa menambal dua kelemahan tersebut.

Pertama, dari sisi popularitas maupun elektabilitas, parpol koalisi bisa menggunakan figur ayah dari Yenny yang juga Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kesan "Trah Gus Dur" pula yang tentu menjadi pertimbangan utama untuk memilih Yenny.

Dengan menggunakan figur Gus Dur akan sekaligus menarik para simpatisan Gus Dur. Sekaligus, tak menutup kemungkinan para Nahdliyin mengingat Gus Dur juga mantan Ketua PBNU.

Solusi kedua, perlu adanya "sosok pembeda" yang bisa dipilih sebagai pendamping Yenny. Apabila Yenny berlatarbelakang NU, maka partai pengusung bisa mengusulkan figur berlatarbelakang Muhammadiyah.

Kombinasi NU-Muhammadiyah akan sekaligus menjadi antitesa dari dua poros yang sudah terbentuk. Mengingat, dua poros ini memiliki kecenderungan berlatarbelakang NU.

Apalagi, nama Yenny di kalangan PKS dan PAN juga tak terlalu populer. Sebab, secara kultur dan pandangan politik, Yenny seringkali berbeda dengan dua partai ini.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved