Surya/

Bisnis

Liburan Akhir Tahun Tidak Mampu Genjot Kenaikan Okupansi Hotel

Liburan akhir tahun 2017 ternyata tak dapat menggenjot okupansi kamar hotel di Jawa Timur. Ternyata ini penyebabnya...

Liburan Akhir Tahun Tidak Mampu Genjot Kenaikan Okupansi Hotel
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Seorang karyawan malayani tamu yang melakukan proses check-in di lobi Hotel Harris Gubeng Surabaya, Jumat (29/12/2017). Menjelang perayaan pergantian tahun hampir seluruh hotel mengalami peningkatan okupansi dan fullbooked. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sepanjang 2017, okupansi (tingkat keterisian kamar hotel) di Jawa Timur mengalami penurunan antara 15-20 persen.

Sementara sepanjang bulan Desember 2017, termasuk liburan di akhir tahun, hotel-hotel menggeber kegiatan untuk menarik konsumen. 

"Namun catatan yang didapat PHRI, okupansi di bulan Desember ini malah lebih rendah dibanding November. Secara umum, liburan akhir tahun belum mengerek kenaikan okupansi rata-rata di tahun 2017 yang lebih rendah dibanding tahun 2016," kata Mochamad Soleh, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jatim, Senin (1/1/2017).

Momen perayaan pergantian akhir tahun yang banyak digelar hotel-hotel untuk mengundang para konsumen datang, memang mendapat respon positif. Bahkan okupansi di tanggal 30 dan 31 Desember 2017 cukup tajam.

Tapi tetap tidak membantu untuk meningkatkan okupansi di bulan Desember 2017 secara umum. Soleh menambahkan, PHRI tetap mencatat kinerja perhotelan di Jatim di tahun 2017 ini tetap menurun 15 persen hingga 20 persen dibanding tahun 2016.

Hal itu tak lepas dari meningkatnya jumlah hotel, dan masuknya kelas homestay, apartemen, dan rumah sewa yang ditawarkan melalui aplikasi. Sehingga membuat persaingan kinerja hotel semakin berat.

Peningkatan tajam okupansi hotel saat perayaan tahun baru diakui Setiawan Nanang, Marketing Communications Hotel POP-HARRIS Gubeng Surabaya.

"Akhir tahun lalu, okupansi kami melonjak cukup tinggi. Bila hari biasanya hanya 70 persen, liburan tahun baru naik sekitar 80 sampai 85 persen," kata pria yang akrab disapa Iwan tersebut.

Tidak hanya liburan tahun baru, pada akhir pekan long weekend hari Natal sebelumnya, okupansi juga meningkat. Menurut Iwan hal itu tak lepas dari trend masyarakat yang memanfaatkan moment akhir pekan untuk menginap atau berlibur ke hotel. Karena itu, pihaknya memiliki fasilitas liburan untuk keluarga dengan adanya kolam renang, Playground untuk anak-anak.

"Tak hanya itu, untuk yang ingin pergi ke mal, kami sediakan suttle car, dari hotel menuju ke mal. Seperti ke Grand City dan Tunjungan Plaza," jelas Iwan.

Sementara itu, di Grand Whiz Trawas, memilih membuka layanan baru, berupa kamar kapsul yang cukup menarik untuk menjadi jujugan tamu hotel. Public Relations Grand Whiz Hotel Trawas, Tantri Yurista, mengatakan, trend masyarakat menghabiskan libur akhir pekan di Hotel sudah dirasakan oleh Grand Whiz Trawas selama ini.

"Namun untuk mendapatkan pengalaman baru dengan harga yang lebih terjangkau, kami ada ruang untuk kamar kapsul. Menggantikan kamar kami yang jenis dormitory yang sebelumnya dianggap kurang privat," jelas Tantri.

Hasilnya, respon pasar cukup positif. Bahkan pihaknya juga sudah melaunching ruangan sejenis di Grand Whiz Bromo, kawasan wisata Gunung Bromo yang ada di Probolinggo.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help