Berita Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Rencanakan Kenaikan Anggaran Bencana untuk 2018

DPRD Sidoarjo melalui Komisi D berencana menaikan anggaran bencana di 2018

DPRD Sidoarjo Rencanakan Kenaikan Anggaran Bencana untuk 2018
surya/irwan syairwan
Warga Desa Tambakrejo, Waru, melakukan kerja bakti pasca diterjang angin puting beliung, Kamis (23/11/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - DPRD Sidoarjo melalui Komisi D berencana menaikan anggaran bencana di 2018. Rencana ini disiapkan karena pada 2017 lalu terdapat dua bencana yang melanda Kota Delta dan memerlukan anggaran yang besar, yaitu angin puting beliung, .

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, mengatakan Sidoarjo merupakan wilayah yang rentan memgalami angin puting beliung.

"Puting beliung tak dapat diprediksi. Setahun lalu saja sudah dua kali melanda dan musim hujan masih akan berlangsung," kata Bangun, Senin (1/1/2018).

Politisi PAN ini menuturkan Februari 2017 lalu Desa Keboharan, Krian, dilanda puting beliung. Meski tak ada korban jiwa, ratusan rumah rusak.

Awal Desember 2017 puting beliung kembali melanda. Kali ini tiga desa di kawasan Waru porak-poranda, ratusan rumah kembali hancur.

Bahkan dalam laporan akhir tahun, BPBD Jatim mencatat puting beliung yang melanda dua kali di Sidoarjo merupakan salah satu bencana terparah sepanjang 2017 di Jatim.

"Belum selesai menangani puting beliung di Waru, kawasan Porong hingga Jabon mengalami banjir.

Padahal, sisa anggaran bencana untuk penanganan bencana-bencana itu tinggal Rp 4 miliar dari Rp 10 miliar yang dianggarkan," sambungnya.

Bangun menyatakan pihaknya bakal mengajukan penambahan anggaran Tak Terduga untuk 2018 menjadi Rp 30 miliar. Kenaikan yang dua kali lipat itu diharapkan akan mempercepat penanganan bencana.

"Dengan dana segitu, jika ada fasum, seperti sekolah yang terkena bencana, bisa langsung ditangani dari dana Tak Terduga ini tanpa harus menunggu penganggaran kembali dari OPD yang bersangkutan," paparnya.

Wakil Ketua Komisi C, Juana Sari, juga angkat bicara tentang anggaran bencana yang menurutnya terlalu rendah. Menurut politisi Partai Demokrat ini, jika anggaran bencana naik, bisa digunakan juga untuk pengadaan alat-alat berat di instansi terkait agar penanganan bisa dimaksimalkan.

"Peralatan untuk tanggap bencana juga harus dipersiapkan. Jika dananya masih tetap segitu, Rp 10 miliar, masih belum mencukupi untuk pengadaan," imbuh Juana Sari.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, menambahkan pihaknya akan meneruskan program prabencana yang telah dilakukan, di anyaranya Desa Tangguh Bencana (DTB) dan Sekolah Sungai (SS).

Dijelaskan, DTB merupakan latihan simulasi bencana agar warga sigap ketika bencana melanda. Sedang SS merupakan aksi menjaga dan membersihkan sungai dari sampah.

"Sementara baru di dua kecamatan (Waru dan Jabon) di 2017, namun nanti di kecamatan yang berpotensi bencana juga akan dilakukan," tandas Saiful.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help