Citizen Reporter

Catatan Awal Tahun 2018 … 10 Tahun Bersetia Menulis Bersama Cipo

lembar pertama di tahun 2018 ini membawa memori literasi saya ke tahun 2008 saat pertama menulis untuk Cipo dan berjanji setia di jalan literasi

Catatan Awal Tahun 2018 … 10 Tahun Bersetia Menulis Bersama Cipo
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Akhmad Kanzul Fikri
Ketua Yayasan PP Al-Aqobah Jombang

 

 

TIDAK terasa, tahun 2018 ini berarti sudah 10 tahun ‘petualangan’ menulis saya di Harian Surya, tepatnya di rubrik Citizen Reporter (Cipo) yang berjalan hingga sekarang.

Semua diawali pada 2008 ketika penulis masih berstatus mahasiswa tingkat semester 3 di kampus Universitas Islam Malang (Unisma). Ketika itu, penulis menjabat sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fenomena milik fakultas.

Posisi inilah yang penulis manfaatkan untuk mengasah kemampuan menulis di media massa. Pada waktu itu, rubrik yang masih menggunakan nama Warteg ringkasan dari Wartawan Warga Negara ini memperbolehkan gaya penulisan berbentuk opini, dan tulisan pertama saya ketika itu berjudul Surplus Politikus.

Rasa gembira dan senang menyeruak begitu melihat nama terpampang di koran ini. Banyak rekan mahasiswa mengucapkan selamat dengan segala puja-pujinya, hehehehe….

Meskipun demikian, dengan segala keterbatasan, penulis sadar bahwa inilah langkah awal untuk terus mengasah dan mengembangkan skill menulis.

Setelah terbit tulisan perdana, penulis semakin bergairah dan terpacu untuk terus mengirimkan naskah ke rubrik Warteg. Hingga saat ini, sudah ada belasan judul yang pernah ditayangkan, lumayan untuk dibukukan menjadi sebuah bunga rampai.

Di samping itu, penulis selalu memotivasi rekan-rekan Mahasiswa lainnya agar berani mencoba untuk submit artikel. Dan alhamdulillah, dari beberapa tulisan yang dikirim, di antaranya ada yang terpublish. Mereka pun bangga dan senang tak terkira.

Menulis adalah proses penalaran akademik yang membutuhkan latihan yang terus menurus. Kompleksitasnya terdiri dari pemilihan kosakata dan diksi yang tepat, struktur kalimat yang baik, dan proses menuangkan ide kreatif sehingga pembaca merasa nyaman dan terus menyimak tulisan kita.

Inilah yang penulis sampaikan kepada teman-teman mahasiswa agar tetap semangat menulis, baik diterbitkan maupun ketika ditolak alias belum beruntung.

Kendala umum yang sering ditanyakan adalah apakah tulisan saya dimuat atau tidak, sistematika penulisannya bagaimana, hingga berapa honornya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hal yang lumrah.

Tapi yang pasti, sukses atau gagal adalah proses untuk menjadi sosok yang professional. Untuk urusan honor, semua rejeki akan datang dengan sendirinya jikalau tulisan kita memang sudah bernas alias berbobot.

Hal yang penulis suka di rubrik Cipo ini adalah kesempatan yang terbuka lebar bagi semua kalangan untuk menulis. Cipo tersedia untuk mahasiswa, pengusaha, pendidik, guru, traveler, hingga ibu rumah tangga. Penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas kesempatan yang telah diberikan.     

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved