Road to Election

Bantah Jadi Ketua Timses, Martono Sebut Hanya Menjadi Tim Ahli Khofifah-Emil

Kandidat Ketua Tim Pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, Martono membantah jadi ketua Timses.

Bantah Jadi Ketua Timses, Martono Sebut Hanya Menjadi Tim Ahli Khofifah-Emil
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Mantan Ketua Timses Pakde Karwo-Gus Ipul, Martono ketika memberikan penjelasan beberapa waktu lalu di Universitas Surabaya (Ubaya). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kandidat Ketua Tim Pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, Martono angkat bicara. Ia membantah bahwa ia telah mendapatkan jabatan ketua tim pemenangan pasangan ini.

"Nggak. Nggak bener. Nggak bener kalau saya menjadi Ketua Timses Khofifah-Emil. Bukan saya," ujar Martono, Senin (1/1/2018).

Namun, ia membenarkan bahwa ia telah dimintai pendapat serta saran oleh beberapa elit partai. Saran tersebut diantaranya terkait langkah pemenangan Khofifah-Emil. "Tapi kalau soal dimintai konsultasi, itu memang iya," tandasnya.

Di dalam komunikasi tersebut, ia telah bertemu dengan beberapa ketua partai. Diantaranya, Soekarwo (Ketua DPD Demokrat Jatim), Kelana Aprilianto (Ketua DPD Hanura Jatim), hingga beberapa elit Partai Golkar.

"Komunikasi kami dengan beberapa ketua partai memang berjalan cair. Kami sering bertemu. Setiap saat kami bisa bertemu," ungkapnya.

Komunikasi tersebut juga membahas soal sosok ketua tim pemenangan Khofifah-Emil. Namun dia masih enggan membocorkan siapa sosok yang dimaksud tersebut.

"Kami akan mengumumkan sesaat sebelum pendaftaran. Siapa saja anggotanya kemudian ketuanya, termasuk programnya akan dideklarasikan sesaat sebelum pendaftaran," ujarnya.

Martono mengungkapkan beberapa alasan menolak menjadi ketua tim pemenangan Khofifah-Emil. "Sebenarnya, bukan menolak. Tapi memang bukan massanya," kilah Martono.

Ia menyebut pentingnya regenerasi di dunia politik yang sudah seharusnya tak hanya bergantung dengan figur berpengalaman seperti dirinya.

"Saya kan sudah dua periode (menjadi ketua tim pemenangan). Dan ini gilirannya anak muda. Gubernur saja kalau sudah dua periode harus ganti," selorohnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved