Berita Banyuwangi

Mengintip Rusunawa di Banyuwangi untuk Warga Berpenghasilan Kecil

Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Banyuwangi kini telah bisa dihuni oleh masyarakat. Bagaimana situasinya?

Mengintip Rusunawa di Banyuwangi untuk Warga Berpenghasilan Kecil
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Rusunawa yang berada di Kelurahan Klatak Banyuwangi, kini telah diresmikan dan bisa dimanfaatkan warga.‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Banyuwangi kini telah bisa dihuni oleh masyarakat. Lokasinya strategis berada di pinggir jalan protokol di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro telah resmi dibuka untuk masyarakat.

Rusunawa tersebut merupakan rumah susun sederhana yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan sistem sewa.

Rusunawa ini memiliki 198 unit dengan luas 27 m2/unit. Masing-masing unit terdiri satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi.

Harga sewanya sangat terjangkau, mulai dari Rp 100.000 hingga 200.000 per bulan. ‎

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan rusunawa ini hasil kerjasama pusat dan daerah dalam menyiapkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami sediakan lahan, Kementerian PUPR yang membangun. Semoga ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan hunian, khususnya masyarakat kecil. Tempatnya representatif lagi, lingkungannya nyaman,” kata Anas, Minggu (31/12).‎

Anas meminta ke pengelola rusunawa tersebut untuk segera melengkapinya dengan sejumlah fasilitas. Anas mengusulkan aula yang ada bisa difungsikan sebagai pojok kesehatan dan pusat aktivitas warga.

"Targetnya, rusunawa bukan sekedar tempat hunian, tapi harus ada pusat kesehatan. Aula yang ada bisa dimanfaatkan jadi PAUD, malamnya bisa jadi tempat pengajian penghuninya," jelas Anas.

Salah satu penghuni Rusunawa, Ny Budi Sulistiyani (47), menyatakan sangat terbantu dengan adanya rusunawa.

Ny Budi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini, mengaku sebelum menyewa rusunawa dia tinggal dirumah kontrakan, yang sewanya cukup mahal menurut ukurannya.

“Setelah ada rusunawa, saya langsung daftar dan alhamdulilah saya boleh memilih di unit manapun sesuai kemampuan saya. Bagi saya sewa Rp 175 ribu perbulan amat terjangkau,” kata janda beranak dua ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ikrori Hudanto menambahkan, rusun ini bisa disewa khusus warga Banyuwangi, yang berpenghasilan 30 persen dari UMR Regional Jawa Timur. Rusun ini terdiri dari lima lantai, empat unit di lantai bawah diperuntukkan bagi disabilitas.

Saat ini sudah ada 107 pemohon yang ingin menyewa rusunawa, namun terus kita seleksi siapa yang berhak tinggal di sana," kata Ikhrori.

Rusunawa ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2014 lalu dan selesai tahun 2016 dengan anggaran Rp 23 miliar. Rusunawa ini dibangun di atas lahan seluas satu hektar yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

"Untuk melengkapi rusunawa ini, Pemkab telah membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti pavingisasi, air bersih dan listrik, dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar," kata Ikhrori. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help