Berita Gresik

Warga Gresik Keluhkan Layanan E-KTP Dibatasi, Dispendukcapil: Setiap Hari Rata-rata 400 Pemohon

Sejumlah pemohon elektronik Kartu Tanda Penduduk (E - KTP) di Kabupaten Gresik mengeluhkan lamanya cetak e-KPT.

Warga Gresik Keluhkan Layanan E-KTP Dibatasi, Dispendukcapil: Setiap Hari Rata-rata 400 Pemohon
surya/sugiyono
MEMBELUDAK- Pemohon cetak e-KTP di Dispendukcapil Kab Gresik membeludak, Jumat (29/12/2017). 

MEMBELUDAK - Pemohon surat Kependudukan di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Gresik membeludak, sehingga harus antre untuk mendapatkan E-KTP, Jumat (29/12/2017).

SURYA.co.id | GRESIK - Sejumlah pemohon elektronik Kartu Tanda Penduduk (E - KTP) di Kabupaten Gresik mengeluhkan lamanya cetak e-KPT. Bahkan ada yang bertahun-tahun belum tercetak, sehingga untuk keperluan tertentu mereka harus  menggunakan surat keterangan (Suket).

Sepeti dialami FH, warga Desa Suci Kecamatan Manyar Gresik, sudah melakukan foto rekam E - KTP namun, juga belum mendapatkan kartu E - KTP. Sehingga selalu memakai suket kegiatan sehari-hari.

Bahkan, ketika keluarganya harus membuat paspor, juga tidak bisa membuat paspor karena tidak mempunyai e-KTP.

"Terpaksa tidak bisa membuat paspor," kata FN enggan menyebutkan namanya, karena E-KTP belum jadi, Jumat (29/12/2017).

Hal yang sama juga dikatakan KB (25), warga Desa Bangeran Kecamatan Dukun. Dia mengatakan bahwa sudah dua kali datang ke Kantor Dispendukcapil Kabupaten Gresik. Bahkan harus menanggung malu karena mengajak calon mertua untuk mengurus E-KTP. Ternyata, tidak mendapatkan nomor antrean.

"Ternyata sampai sini (Dispendukcapil, red) tidak mendapatkan nomor antrean. Padahal E-KTP itu juga untuk persyaratan," kata KB, saat datang lagi ke Kantor Dispendukcapil kedua kalinya bersama orangtuanya.

Bahkan, saat datang kedua kalinya juga tidak bisa mencetak langsung E-KTP. Tapi hanya mendapatkan suket.

Kejadian yang suma juga dialami oleh Usman Husain (48), warga Desa Sungonlegowo Kecamatan Bungah, mengatakan bahwa selama sejak 2012 belum mendapatkan E-KTP, sehingga harus datang berkali-kali ke kantor Kecamatan untuk menanyakan keberadaan kartu tersebut.

"Istri saya berulang kali ke Kecamatan menanyakan E - KTP. Akhirnya ini datang ke Kabupaten," kata Usman, saat menunggu cetak E-KTP.

Sementara, petugas Dispendukcapil Kabupaten Gresik mengatakan bahwa setiap pemohon cetak dan foto E-KTP harus mendapatkan nomor antrean sebab pemohonnya sangat banyak.

"Setiap hari rata-rata harus mencapai 400 pemohon foto E-KTP," kata pegawai Dispendukcapil Kabupaten Gresik yang enggan menyebutkan namanya.

Kasi Identitas Penduduk Kabupaten Gresik Hastutik saat dikonfirmasi tidak ada di kantor.

"Bu Tutik tidak dikantor, sedang rapat di Kabupaten," imbuh pegawai tersebut. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help