Berita Surabaya

Jelang Akhir Tahun, DPRD Sorot Serapan Anggaran Belanja Pemkot Surabaya

Tahun 2016 lalu, SiLPA yang ada tidak sampai menyentuh Rp 1 trillun. Melainkan hanya sekitar Rp 800 miliar.

Jelang Akhir Tahun, DPRD Sorot Serapan Anggaran Belanja Pemkot Surabaya
surya/fatimatuz zahroh
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Masduki Toha 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang tutup buku anggaran APBD tahun 2017, DPRD kembali menyorot serapan anggaran belanja.

Sebab di minggu terakhir ini, serapan anggaran belanja Pemkot Surabaya masih 80 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Masduki Toha menyebutkan serapan 80 persen ini tergolong menghawatirkan.

Sebab jika angka serapan masih bertahan di angka tersebut sampai tutup buku, dikhawatirkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD 2017 akan tinggi.

"Tentu ini menjadi catatan, sampai saat ini serapan anggaran belanja Pemkot hanya 80 persen, artinya yang terserap atau anggaran yang digunakan baru Rp 7,1 trilliun," kata Masduki.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyebut jika serapan tidak bertambah, maka SiLPA bisa meningkat sampai Rp 1,8 trilliun.

Padahal, tahun 2016 lalu, SiLPA yang ada tidak sampai menyentuh Rp 1 trillun. Melainkan hanya sekitar Rp 800 miliar.

"Ini yang harus kami tanyakan ke Pemkot. Mengapa serapan anggarannya hanya segini karena memang efisiensi atau memang SKPD Pemkot yang kurang bisa mengeksekusi program belanja yang sudah dibuat bersama DPRD," ucapnya.

Menurutnya, memang SiLPA bisa tetap bisa digunakan di tahun selanjutnya, namun artinya Pemkot harus dievaluasi bagaimana pelaksanaan perencanaan program sepanjang tahun 2017.

"Dalam rapat nanti akan kami tanyakan apa yang menjadi kendala penyerapan dan pelaksanaan program," ucap Masduki.

Namun Masduki berharap dalam waktu dua hari ini, serapan anggaran belanja masih bisa meningkat.

Sebab masih ada kemungkinan dari penyerapan anggaram untuk proyek fisik yang biasanya dilakukan di akhir tahun.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help