Liputan Khusus

Jumlah Pengidap HIV-AIDS Belum Terdata, Kaum Gay Ngaku Rutin Periksa Kesehatan

Ada 49 puskesmas yang bisa melayani pemeriksaan HIV/AIDS para gay di Surabaya. Jumlah itu dominan dari total 63 puskesmas yang ada.

Jumlah Pengidap HIV-AIDS Belum Terdata, Kaum Gay Ngaku Rutin Periksa Kesehatan
net
Ilustrasi gay 

SURYA.co.id | SURABAYA - Laporan AIDS Global 2015 yang dikeluarkan Badan PBB untuk AIDS (UNAIDS) menyebutkan tiga kota besar di Indonesia memiliki prevalensi HIV tertinggi pada populasi lelaki suka lelaki.

Surabaya menduduki peringkat pertama dengan angka 22,1 persen.

Bagaimana kondisi riil saat ini di kalangan gay?

Rabu (20/12/2017) siang, Harian Surya bertemu dengan Iqsyam, Sekretaris Gaya Nusantara Surabaya di kompleks RSUD dr Soetomo.

Pria 34 tahun itu baru saja mengambil obat untuk rekan-rekan gay yang sakit HIV/AIDS.

Obat itu sudah ditata sedemikian rupa di dalam tas kecil.

Ia tinggal menyerahkannya kepada rekan-rekannya sesuai yang tertulis di kantong plastik putih.

“Kalau Senin sampai Kamis, saya selalu di sini. Kalau tidak ada kegiatan di kantor. Saya selalu di sini mulai 8 pagi sampai 12 siang,” kata Sam, panggilan akrab Iqsyam.

Selain mengambilkan obat untuk teman-temannya, Sam juga mendampingi gay pengidap AIDS.

Ia pun sudah hafal alur adminstrasi dan tata cara berobat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help