Liputan Khusus

Berkeluarga tapi Tetap Jalani Aktivitas Seksual Menyimpang

Saat berkumpul dengan orang yang punya orientasi seksual yang sama, para gay ini tampak tak canggung.

Berkeluarga tapi Tetap Jalani Aktivitas Seksual Menyimpang
net
Ilustrasi gay 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tujuh laki-laki berkumpul di sebuah minimarket di pusat Kota Surabaya sekitar pukul 20.00 WIB, pertengahan pekan lalu.

Salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan itu mengenai acara ulang tahun salah satu anggota.

Gaya gurau kemayu menjadi ciri khas komunikasi mereka. Begitulah suasana ketika sebagaian kecil anggota Gaya Nusantara di Surabaya berkumpul.

Aktivitas nongkrong para gay itu ternyata rutin digelar. Bahkan bisa tiap hari di beberapa tempat yang berbeda.

Mereka tak canggung berkumpul di tempat umum.

Gaya bicara dan sikap beberapa dari mereka yang kemayu membuat mereka tampak beda dibanding kelompok lain yang nongkrong di tempat yang sama.

Isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang tengah ramai dibicarakan beberapa pekan terakhir tak berpengaruh terhadap aktivitas mereka.

Isu pro-kontra LGBT kembali mencuat ketika Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menolak permohonan uji materi atau judicial review Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diajukan Aliansi Cinta Keluarga (Aila).

MK dalam putusannya menolak untuk memberikan perluasan norma atau aturan tersebut, yakni memberikan unsur pidana.

Majelis hakim berpendapat bahwa seseorang itu tidak bisa dipidana jika jika tidak ada norma atau aturan yang mengaturnya.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved