Surya/

Lapor Cak 

Terungkap, Warga Bulak Kalitinjang Belasan Tahun Tak Tersentuh Pembangunan ternyata . . . .  

Camat Bulak Suprayitno meminta warga berhati-hati dan waspada jika membeli tanah kavling.

Terungkap, Warga Bulak Kalitinjang Belasan Tahun Tak Tersentuh Pembangunan ternyata . . . .   
surya/nurani faiq
Warga saat melintas di jalan Kampung Baru Bulak Kalitinjang, Kecamatan Bulak, Surabaya, Senin (25/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Camat Bulak Suprayitno meminta warga berhati-hati dan waspada jika membeli tanah kavling. Jangan pernah tergoda karena harga murah. Namun pastikan bahwa tanah itu tak bersengketa dan bersertifikat.

Jika tak dipastikan dan dicek nasibnya akan seperti tanah kavling yang kini menjadi kampung baru Bulak Kalitinjang RT 05/RW 06.

"Kenapa tak disentuh Pembangunan kota sama sekali, tanah di situ masih status quo," kata Suprayitno.

Tanah yang kini dikavling hingga 600 petak tersebut menurut camat itu tengah dalam konflik. Terjadi dualisme kepemilikan sertifikat yang saat ini tengah berproses di pengadilan. 

 "Menunggu keputusan inkrah. Sejauh ini belum ada keputusan final ini. Makanya kami sebagai wakil Pemerintah di Kecamatan Bulak tak berani intervensi apa pun," ucap Yitno.

Termasuk membangun apa pun di lokasi yang kini menjadi kampung baru itu. Sebab lahan yang berlokasi persis di belakang kantor Kecamatan Bulak itu dalam sengketa. 

 Awalnya lahan yang berupa rawa dan tambak itu diperjualbelikan sejak 1980-an. Dalam perkembangannya lahan luas itu diperebutkan dua orang hingga sampai di pengadilan.

Warga ramai-ramai membeli lahan kavlingan itu. Sebab harganya waktu itu murah. Pembelian juga bisa dicicil. Ada yang cukup uang muka 7 juta cicilan di bawah 1 juta selama lima tahun. 

Saat ini warga resah karena Pemkot tidak pernah memperhatikan warga yang berada di lokasi itu. Ini menguatkan bahwa Kampung baru itu di luar kewenangannya. 

"Itu hak warga meminta Bu Walikota turun ke kampung baru mereka. Tapi melihat status tanah yang demikian sepertinya kami tidak bisa intervensi apa pun," kata Yitno. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help