Berita Surabaya

Jelang Natal, Kapolda dan Pangdam Pantau Kesiapan Pengamanan Gereja

Model pengamanan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara sinergi. Selain TNI/Polri juga menggandeng Banser

Jelang Natal, Kapolda dan Pangdam Pantau Kesiapan Pengamanan Gereja
SURYA Online/Habibur Rohman
PANTAU KESIAPAN - Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pandam V/Brawijaya Mayjen TNI Arief Rahman berkeliling di area Gereja Bethany pada Pemantauan pengamanan situasi jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Sabtu (23/12/2017). Polda Jatim dan Polres jajaran serta tiga unsur TNI dan instansi terkait menurunkan 29 ribu personil, dalam rangka pengamanan perataan Natal dan Tahun Baru 2018 atau Operasi Lilin Semeru 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Arif Rahman melihat dari dekat kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 di Gereja Bethany Jalan Nginden Intan Timur I/29, Sabtu (23/12/2017).

Model pengamanan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara sinergi. Selain TNI/Polri juga menggandeng Banser.

"Hal ini menggambarkan bahwa kami (umat muslim), ada kebersamaan dan keharmonisan antarumat beragama dan Insya Allah di Jatim relatif kondusif untuk menjaga toleransi," ujar Irjen Pol Machfud.

Ketika berada di Gereja Bethany, orang nomor satu di Jatim, menjelaskan untuk titik-titik mobilisasi kumpulnya orang dan pergerakan orang di jalan, hingga di sejumlah tempat yang termasuk objek vital seperti terminal, stasiun, tempat wisata pihaknya sudah memploating anggota. Khusus di terminal, jumlah polisi ditambah karena untuk mengantisipasi aksi pencopetan.

"Kekuatan personel yang disediakan mencapai 29.000 anggota terdiri dari unsur TNI dan Polri," tutur Irjen Machfud Arifin.

Personel yang ada itu dibagi dua yakni pengamanan terbuka (menggunakan pakaian dinas) dan pengamanan tertutup (tidak berseragam). Untuk pengamanan terbuka dilakukan di akses-akses yang mudah diketahui oleh orang lain. Sementara pengamanan tertutup ditempatkan di lokasi khusus yang fungsinya memantau orang yang mencurigakan.

"Ini semua untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2018," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Machfud mengimbau kepada umat Kristiani yang hendak beribadah ke gereja jangan membawa barang yang tidak terlalu penting. Misalnya membawa tas besar dan itu akan ditanya pihak internal maupun aparat kepolisian.

"Kalau ke gereja cukup membawa barang yang dibutuhkan saja seperti Al Kitab. Kan tujuannya ibadah bukan yang lainnya," paparnya.

Ketika akan berangkat ke gereja, masyarakat juga diimbau tidak usah membawa perhiasan berlebihan. Karena hal itu bisa memancing orang lain untuk berbuat jahat.

"Terlebih jangan sampai meninggalkan barang bawaan di mobil. Mengingat penjahat terus mengincar," paparnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Arif Rahman, menjelaskan pengamanan TNI dari Kodam V/Brawijaya sudah dipersiapkan dengan matang. Dalam apel bersama TNI/Polri dan Pemerintah Daerah beberapa waku lalu, pihaknya juga melakuman patroli bersama dalam rangka menjamin pelaksanaan natal di wilayah Jatim bisa berjalan dengan aman dan tertib.

"Untuk pasukan dari Kodam V/Brawijaya Yang dilibatkan dalam kegiatan ini sekitar 5.000 personel," tegasnya.

Hingga kini pihaknya masih belum menemukan adanya indikasi yang mencurigakan di wilayah hukumnya.

"Sementara ini belum ada hal-hal yang signifikan dalam pemandangan dari Intelijen. Mudah-mudahan Jatim aman," tandas Mayjen Arif.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help